Oleh: Indah Purnama
(Mahasiswa STEI Hamfara)
Mediaoposisi.com-Dunia perfileman memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Beberapa bulan yang lalu, para milenial mengidap demam film Dilan 1990 dan berlanjut Dilan 1991 yang tayang serentak di seluruh bioskop indonesia.  Tidak hanya para remaja saja yang menonton, bahkan Presiden Repuplik Indonesia pun ikut menonton film tersebut bersama dengan keluargan. Film tersebut sangat menarik perhatian para milenial, yang menceritakan tentang jalinan asmara antara Dilan dengan Milea.

Pada tanggal 18 April 2019 yang lalu, dunia perfileman kembali menayangkan sebuah film yang berjudul Kucumbu Tubuh Indahku di beberapa bioskop di indonesia. Dalam film tersebut menceritakan perjalanan juno yang kerap menyaksikan kekerasan di lingkungannya, dan ia melihat kekerasan di sanggar tari lengger di desanya. Tak hanya menyaksikan kekerasan, Juno juga kerap mengalami kekerasan itu sendiri.

Film tersebut sudah di akui kualitasnya, memenangkan Asia Pacific Screen Award, film terbaik Festival Des 3 Continents Nantes 2018, dan bahkan sudah mengikuti festival film hingga di kancah internasional ( tirto.id ). Namun, di indonesia film tersebut menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Karena di dalam film tersebut mengandung konten negatif yang bisa memperngaruhi generasi muda.

Dari fakta-fakta diatas, dapat dikatakan bahwa sistem sekulerisme menyuburkan kebebasan yang merusak generasi muda. Salah satunya melalui seni (perfileman) demi untuk meraih keuntungan materi. Kenapa ? karena hidup dengan kebebasan tanpa aturan, hedonisme, pergaulan bebas, dapat merusak akhlak, akidah dan pola pikir para generasi yang muda khususnya. Akibatnya membuat semakin jauh dari kehidupan islam, padahal pemuda adalah ujung tombak peradaban.

Sekulerisme membuat generasi muda terlena dengan kehidupan dunia yang fana. Kenapa tidak, banyak sekali hal-hal yang bisa kita jumpai di lingkungan sekitar. Salah satunya pergaulan bebas. Di zaman yang penuh dengan fitnah ini, pemuda tidak lagi memikirkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum syara’. Pacaran, kumpul kebo, bercampur baur dan sebagainya. Jika itu yang membuat mereka senang, maka mereka akan melakukannya dengan senang hati pula.  

Sekulerisme membuat generasi muda jauh dari kehidupan islam. Disamping karena dilahirkan dari keluarga yang kurang pemahamannya akan islam, Karena pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak-anak adalah dari orang tua, juga karena kurang kontrol dari masyarakat dan tidak ada peran negara untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu peran negara yaitu dalam pendidikan, karena pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter seseorang dan memberi pemahaman sesuai islam serta menggali pengetahuan tentang islam.

Sekulerisme menjadikan seni sebagai alat hiburan semata untuk meracuni pemikiran para generasi muda bahkan sampai tua. Karena setiap hari disodorkan dengan berbagai film, sinetron, musik, game dan sebagainya yang membuat mereka lupa akan penciptaNya. Padahal dalam islam, keberadaan seni bukan hanya untuk sekedar hiburan semata, tetapi digunakan sebagai sarana untuk berdakwah kepada umat dan pendidikan untuk mencerdaskan generasi dengan islam. [MO/IP]

Posting Komentar