Oleh : Nasrudin Joha
Mediaoposisi.com-Saya tidak mungkin membuat rasa batin yang berbeda, diantara tumpukan kejengahan umat, atas kecurangan dan kezaliman penguasa. Bahkan, saya bagian dari umat, yang telah, sedang dan terus ditimpa kezaliman yang luar biasa.

Adakalanya bahasa lisan dan pemikiran ini berbeda dengan umat, tetapi saya pastikan bahwa tidak akan pernah ada bahasa hati yang berbeda. Saya tidak mungkin mengambil pilihan melukai hati umat, sejauh saya belum bisa maksimal membantu umat.

Saya hanya akan mengambil perhitungan dengan rezim, karena rezim lah biang keladi persoalan. Bukan umat, bukan pula pemilik pemikiran berbeda dengan umat.

Saya, tidak akan menanggapi perdebatan, meminta perlindungan, mengadakan gencatan sejata, atau membangun komitmen apapun tentang perbedaan pandangan tentang pilihan uslub untuk menyerang rezim. Saya hanya akan konsentrasi melawan rezim, terus bersama umat, sambil membimbingnya agar suasana kebatinan itu meningkat, menjadi suasana pikiran, pandangan, persepsi dan keyakinan yang sama. Menuju tegaknya Islam kaffah.

Saya sedang mengasuh umat, dengan asuhan yang paling hangat, untuk terus setia pada setiap keadaan. Tidak ada pilihan bersama karena persamaan pandangan, kemudian mengambil langkah berbeda karena perbedaan pikiran. Dan, kemudian meninggalkan umat dalam keadaan papa.

Yang jelas, hati umat ini telah ijma' tentang adanya kezaliman massif yang ditimpakan rezim represif dan anti Islam. Siapapun Anda, tidak akan berbeda pandangan mengenai hal ini.

Saya, memilih tetap menjadi anak panah yang terus melesat bersama busur-busur umat, ketimbang menjadi kuda yang hanya mampu meringkik di kandang. Kuda hebat itu bersama penunggangnya, membawa panah melesat menyerang musuh, bukan kuda yang memamerkan kegagahan dengan ringkikan yang hanya terdengar di kandang.

People power adalah gerakan dakwah amar Ma'ruf nahi munkar, menolak kezaliman dan kecurangan, serta ikhtiar nyata menyuarakan ketidakridloan atas sejumlah penindasan. People power adalah uslub politik, untuk memantik umat bersuara, berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat sebagaimana dijamin konstitusi.

Saya, telah mengalami sejumlah ujian dan kesakitan. Kesakitan yang paling sakit, kepedihan yang paling perih adalah diam ketika umat ini meringis menahan sakit karena injakan kezaliman rezim.

People power adalah washilah, untuk menyampaikan pesan kepada rezim tiran bahwa umat ini tidak diam, umat ini tidak ridlo, atas sejumlah penindasan dan tipu daya. Saya, akan terus bersama umat, merasakan setiap tetesan keringat, darah dan air mata.

Ini seruan umum kepada siapapun Anda, revolusioner sejati, penganjur perubahan sejati. Anda bisa berbeda dalam sejumlah persoalan, tetapi Anda tidak akan mungkin berani berbeda perasaan dan suasana hati dengan umat.

Memang benar, umat tidak boleh dibiarkan bergerak tanpa bimbingan. Namun, membimbing umat itu dengan tetap bersama mereka. Bukan bersama ketika sama, dan mengalienasi ketika berbeda.

Kepada kaum revolusioner sejati, arahkan pedang pedang itu ke ulu hati dan jantung rezim. Itulah, sebaik baik amal, kemudian kita akan saling 'Fastabiqul Khairot'. Jangan pernah, mengalihkan ujung pedang itu selain kepada rezim, apalagi mencoba melukai hati umat, Kerena umat pasti akan melumat Anda, siapapun Anda, dan seberapa hebat pun Anda.

Dan, insyaAllah, saya akan berada bersama umat, menyuarakan suara umat, bergerak dalam barisan people power untuk melaksanakan aktivitas dakwah amar Ma'ruf nahi munkar. Dan azam ini, tidak mungkin ditarik kecuali raga ini terpisah dari Ruh nya. [Mo/vp].

Posting Komentar