Gambar: Ilustrasi
Oleh: Restu Febriani

Mediaoposisi.com-Kriminalisasi, sebagai bentuk pembungkaman euforia Islam, menimpa sederet ulama, terkhusus para aktivis pengusung khilafah dan Islam kaffah. Intimidasi terus dilakukan pemerintah terhadap ormas Islam HTI yang dianggap membahayakan NKRI. (tribunnews.com)

Kepanikan rezim semakin terlihat ketika menteri pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, siapapun yang mengusung dakwah khilafah harus berhadapan dengan TNI dan meminta para pengusungnya untuk keluar dari Indonesia. (tribunnews.com)

Dari berbagai peristiwa yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, tidak lebih dari kondisi dimana rezim mulai takut dan panik akan kekritisan masyarakat. Bisa jadi, mereka takut akan kebangkitan umat. Selama ini, umat tidak pernah protes terkait kebijakan yang diterapkan pemerintah terhadap rakyat. Kalaupun ada yang protes, itu hanya dilakukan oleh sejumlah aktivis ormas Islam yang masih bisa ditutupi publikasinya.

Dan, diganti dengan isu-isu yang baru. Sehingga, tuntutan yang dibawa oleh sejumlah ormas Islam tadi bisa tenggelam dan tidak sampai ke telinga rakyat.

Namun sekarang, umat mulai cerdas. Umat sudah mulai pandai membaca situasi. Umat sudah mulai bangkit. Umat sudah sadar bahwa kesulitan hidup yang dihadapi saat ini akibat penerapan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Akibat tidak diterapkannya syariat Islam secara kaffah.

Kepanikan rezim sekuler akan makin kuatnya dakwah Khilafah, justru membuktikan bahwa dakwah Islam kaffah ini telah diterima oleh sebagian besar umat Islam. Ide Khilafah semakin hari semakin menggema di seluruh pelosok negeri. Jika beberapa tahun yang lalu kata “Khilafah” ini asing di telinga umat namun sekarang sudah menjadi perbincangan di semua kalangan. Tentu ini tidak muncul begitu saja jika Khilafah tidak pernah diperkenalkan. Dan, salah satu organisasi yang getol menyuarakan Khilafah adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Inilah yang kemudian membuat rezim pada bulan Juli 2017 lalu, mencabut Badan Hukum Perkumpulan (BHP) HTI. Tidak hanya mencabut BHP-nya, namun juga persekusi terjadi pada sejumlah anggotanya dan pembubaran kajian keislaman marak terjadi.

Khilafah adalah sistem pemerintahan yang menjadikan akidah Islam sebagai asas penyelenggaraan urusan masyarakat dan negara serta menjadikan syariahnya sebagai satu-satunya aturan untuk mengatur interaksi yang ada di tengah-tengah masyarakat. Maka, Khilafah adalah salah satu sistem pemerintahan di antara beberapa sistem pemerintahan yang ada di dunia. Khilafah adalah sistem pemerintahan warisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah (kabar gembira) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam. Hadist Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, “Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam diam.” (HR Ahmad; Shahih)

Ini bumi Allah, Indonesia pun milik Allah. Dan, khilafah adalah janji Allah Subhanahu wa ta’ala. Akibatnya, ketika Menhan mengatakan bahwa para pengusung dakwah khilafah akan dihadapkan dengan TNI maka pertanyaannya sanggupkah rezim dan antek-anteknya berhadapan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala? Ketika Menhan menyuruh para pengusung dakwah khilafah untuk hengkang dari Indonesia, maka pertanyaannya sanggupkah mereka untuk hengkang dari bumi Allah? Karena, dunia dan seisinya adalah milik Allah lantas mau pergi kemana mereka?

Maka, penolakan sekeras apapun tidak akan bisa menghalangi bahkan menunda terwujudnya janji Allah. Upaya untuk memadamkan cahaya agama Allah justru semakin menyempurnakan agama-Nya. Makar apapun yang dibuat untuk menghancurkan agama Allah, justru dibalas oleh Allah sebagai sebaik-baiknya pembuat makar. Lihatlah, ketika salah satu organisasi dakwah yang menyuarakan Khilafah dicabut BHP-nya, Khilafah justru semakin dikenal, bendera tauhid yang dibakar, justru semakin membuat umat mengenal dan mencintai bendera tersebut.Tidakkah mereka memikirkannya?

Oleh karena itu, upaya untuk memahamkan umat bahwa Khilafah adalah ajaran Islam akan terus dilakukan sebagai bagian dari dakwah kepada agama Allah. Bahwa sesungguhnya, Khilafah adalah solusi dan obat mujarab bagi persoalan dunia saat ini. Umat seluruh dunia rindu dan menantikan sistem Khilafah.

Perjuangan untuk menegakkan Khilafah tentu bukan hal muda, sehingga individu tidak mungkin bisa melakukannya. Perjuangannya harus berjamaah, semakin banyak yang memperjuangkan dan mendukung, pertolongan Allah akan semakin dekat dan negeri yang aman, tentram, damai, dan sejahtera yang selama ini dirindukan oleh umat seluruh dunia akan hadir. Pada saat itulah, umat akan menyaksikan dan merasakan betapa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. 

Karena itu, kita semua harus berjuang menegakkan syariah dan khilafah. Karena hanya dengan tegaknya khilafah, ketaatan pada syariah secara kaffah dapat diwujudkan dan Islam Rahmatan lil’allamiin dapat dirasakan semua umat. Wallahu alam bishowab. [MO/ms]

Posting Komentar