Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

     Mediaoposisi.com-  Sabtu 27 April 2019 menjadi jejak penderitaan rakyat Indonesia berlanjut, Indonesia dan Cina telah menandatangani 23 kesepakatan kerja sama untuk sejumlah proyek di bawah panji kebijakan luar negeri pemerintah Cina yang dikenal sebagai One Belt One Road (OBOR) atau Belt Road Initiative (BRI). 

     Mari kita menelaah bagaimana perkembangan Indonesia sampai detik ini, Apakah mengalami kemajuan ataukah mengalami kemunduran. Jika data-data yang ada mengungkap bahwa Indonesia mengalami kemajuan, mari berkaca rancangan apa yang ingin di tuju pemerintah  demi memanipulasi fakta yang ada.

     Pemerintah Indonesia sendiri memproyeksikan 30 proyek di keempat koridor tersebut, dilansir Antaranews. Nilai investasi diperkirakan mencapai 91,1 miliar dolar AS. Ini berarti masih terdapat tujuh proyek yang belum disepakati. Salah satunya adalah kerja sama peremajaan kembali (replanting) tanaman kelapa sawit.

     Proyek sebanyak itu hanya di miliki oleh segelintir orang, faktanya rakyat kian tercekik dengan kondisi saat ini. Apakah pemerintah memikirkan dengan matang dengan keputusan seperti itu ?
Faktanya sebelum proyek itu di sahkan saja sudah banyak penderitaan yang di derita rakyat, bagaimana jika sudah di sahkan ? Sangat jelas penderitaan kian menjadi-jadi.

Akankah rakyat terus di jadikan tumbal demi kepentingan pemerintah ?

Memang statement yang di berikan pemerintah seolah-olah menyejahterakan rakyat, namun perlu kita kritisi. Bagaimana mudahnya Indonesia menjadi kawan dengan China ? Padahal China menjadi penjajah halus di Negeri ini.

Mari kita berkaca seluruh produk yang kita gunakan tidak lain berasal dari China bahkan para pekerja dari jajaran buruh sampai kalangan atas di dominasi oleh China.

     Luhut berjanji untuk mempermudah proses perizinan bagi para pengusaha Cina yang ingin turut berpartisipasi dalam proyek-proyek BRI di Indonesia, masih dilansir Bisnis.

     Fakta di atas memperlihatkan bagaimana para pemilik modal justru memberi jalan China dalam mensukseskan proyek-proyek di Indonesia. Luhut Pandjaitan adalah salah satu sosok manusia yang menjadi pemilik saham PT Toba Sejahtera justru menikam dan mengorbankan rakyat.

     Inilah yang menjadi cikal bakal Indonesia mengalami kehancuran, saya tekankan bahwa proyek ini perlu di tolak rakyat, bukan hanya ini saja melainkan kebijakan lain yang di pelopori oleh sebuah konspirasi jahat. Sejatinya semua kebijakan justru akan menyiksa rakyat, jika tidak percaya silahkan membuktikan sendiri.

     Saya rasa rakyat akan memilih hal yang terbaik yang dapat mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya. Bila ada rakyat jusru menggebu-gebu dalam membela kebijakan seperti itu, kemungkinan besar mereka ada di belakang proyek-proyek itu. [MO/ra]

Posting Komentar