Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Sungguh menyedihkan remaja zaman now suka melakukan seks bebas.  Inilah gambaran remaja yang hidup dalam sistem demokrasi yang mengagungkan kebebasan berekspresi dan bertingkah laku dengan meninggalkan Islam yang mulia yang bisa menyelamatkan mereka. Sungguh, ini bukan pertama kali, remaja melakukan hal yang sia-sia bahkan merugikan diri mereka sendiri.

Waktu remaja harusnya untuk berprestasi dan meraih cita cita yang cemerlang dengan Islam. Masa depan harusnya milik mereka yang sadar dan tidak membiarkan waktu mereka untuk perbuatan sia-sia, bahkan dosa besar yang akan mengantarkan pada perbuatan keji dan mungkar lainnya. Berawal dari pergaulan bebas yang tidak mau diatur dengan Islam, berpacaran yang akhirnya menggelincirkan mereka pada perzinaan. Dari perzinaan ini tidak sedikit dari mereka melakukan pembunuhan bayi yang tidak berdosa.

Ikatan yang salah, cinta tanpa ikatan pernikahan membuat mereka ketagihan dan terbiasa karena tidak ada aturan dan sansi bagi mereka yang melakukannya. Kebiasaan ini akan tumbuh subur di kalangan remaja. Jika dibiarkan remaja akan rusak dan kehilangan masa depannya yang cemerlang. Hanya Islam yang akan menyelamatkan remaja dari kehancuran. Mereka adalah masa depan negeri.  Jika mereka rusak, masa depan negeri ini akan hancur. Lalu bagaimana menyelamatkan mereka?

Pertama, sekolah harus mengajarkan agama bukan sekedar pelajaran yang mentransfer ilmu pengetahuan yang diukur dengan nilai angka atas penguasaan materi yang didapat. Nilai agama harusnya terinternalisasi dalam diri siswa sehingga mampu membentuk satu kepribadian khas yang akan membentengi diri mereka dari pengaruh jahat sistem demokrasi yang rusak. Sekolah tidak boleh abai saat ada perubahan sikap yang tidak benar pada diri peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas. Guru harus peka dan peduli dengan tingkah laku siswa yang menyimpang. Jangan dibiarkan tapi diingatkan untuk berbuat yang benar.

Kedua, orang tua jangan abai dengan membiarkan mereka bergaul dengan teman yang salah. Dorong mereka mengikuti kajian keislaman agar mereka mempunyai cukup tsaqowah Islam sehingga mereka bisa mengkaitkan setiap pemikiran dan perbuatannya dengan ajaran Islam.  Kepribadian Islam yang kokoh akan membentengi mereka dari pengaruh pergaulan bebas yang menyesatkan meskipun orang tua tidak sedang bersama mereka.

Ketiga, masyarakat harus ikut memberi  perhatian dan peduli dengan masalah remaja disekitar mereka. Jangan biarkan remaja melakukan tindakan asusila didepan umum. Ingatkan mereka untuk selalu berbuat yang baik. Saat mereka berpacaran, jangan dianggap biasa. Cegah mereka dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Saat mereka saling membuly, mereka harus diingatkan  untuk saling menghormati agar tidak menyisakan kebencian yang memicu pertengkaran yang sia-sia.

Keempat, negara mempunyai peran yang paling penting dalam melindungi remaja dari kerusakan. Negara yang bisa menetapkan aturan untuk melindungi remaja secara massive dari pengaruh negative pergaulan bebas. Jika para pemimpin ini tidak tanggap bahwa demokrasi adalah biang permasalahan dan terus mempertahankannya,  akan banyak remaja yang akan menjadi korban dari kebiadaban sistem jahiliyah yang tidak memanusiakan manusia. 

Berita remaja yang menjadi korban sistem ini akan kita terus dengar dan saksikan di sosmed. Pemimpin negeri ini harusnya menjadikan Islam sebagai solusi untuk menyelesaikan problematika remaja dengan mencampakkan demokrasi yang merupakan akar permasalahan dari seluruh masalah kehidupan. Hanya penerapan Islam secara kaffah yang akan mampu menyelamatkan remaja dari kerusakan dan kehancuran akibat dari pergaulan bebas yang tumbuh subur dalam sistem demokrasi.[MO/AS]

Posting Komentar