Oleh: Sarinah Aulia
(Mahasiswi FISIP ULM Banjarmasin)


Mediaoposisi.com-Pemilu telah berlalu, pesta pemilihan umum lima tahun sekali tersebut menyisakan berbagai kisah yang memilukan. Di mulai dari tersebarnya isu-isu kecurangan dalam pemilu hingga kematian ratusan petugas pemilu yang menyisakan misteri dan menimbulkan tanya dalam diri. Perseteruan dua kubu pun tak bisa dihentikan. Pemilu yang diharapkan damai, harus diwarnai perseteruan yang tak pernah habis-habisnya oleh dua kubu, dari saling cela hingga saling tuduh. 
 Perseteruan yang semakin memanas tersebut menimbulkan isu baru, yang dianggap meresahkan kestabilan Negara. Isu people power mewarnai pesta pemilu tahun ini. Sejumlah pihak pun turut menanggapi isu tersebut dari rakyat biasa hingga rakyat kelas Pejabat Negara. Sebagaimana yang dikutip dari laman republika.co.id (12/05/19) sejumlah tokoh Islam di Kalimantan Selatan (Kalsel) menolak segala ajakan people power untuk penggulingan pemerintahan yang sah. Seperti yang disampaikan tokoh agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel KH Asmuni atau yang biasa dikenal dengan sebutan Guru Danau.

"Kita masyarakat di sini sungguh sangat menolak bermacam politik untuk menggulingkan pemerintah. Jadi kita tolak mentah-mentah saja," kata Guru Danau, pada Ahad (12/5).
Seruan senada disampaikan KH Abdul Bari, Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi'iyah Sungai Pandan, Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara ini menolak keras people power karena bertentangan dengan demokrasi di negara Indonesia. 

"Kami ingin daerah aman dan kondusif, sehingga menerima hasil keputusan KPU nanti," tegas ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSU itu.

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel Dr H Mirhan mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh ajakan yang bertentangan dengan hukum.
"Tindakan semacam people power lantaran tidak puas dengan hasil pemilu, tidak sesuai Undang-Undang. Marilah kita sabar dulu menunggu, kecuali nanti misalnya beda apa yang disampaikan KPU dengan data intern yang dipegang salah satu kubu maka bisa dipersoalkan melalui jalur konstitusi," jelasnya.

Berdasarkan dari pernyataan diatas sejumlah pihak menolak keras ajakan people power yang disinyalir akan menimbulkan kekacauan Negara. Berbicara mengenai people power, sebenarnya apa yang dimaksud dengan istilah ini ?

People power sejatinya adalah kekuatan rakyat yang bergerak secara masif untuk memprotes penguasa. Dalam sejarah, gerakan ini telah berhasil menggulingkan berbagai rezim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. People power mulai dikenal saat demonstrasi massal dilakukan rakyat Filipina tahun 1986 dengan tujuan mengakhiri rezim Presiden Ferdinand Marcos. Sekitar tahun 2010 dan 2011, gerakan serupa kembali merebak dengan tujuan mengakhiri rezim otoriter dan anti-demokrasi di beberapa negara di kawasan Arab, yang sering disebut dengan Arab Spring atau Musim Semi Arab. Indonesia pada masa orde baru pada tahun 1998 juga mengalami people power, dimana kala itu banyak masyarakat menuntut untuk memberhentikan Bapak Soeharto sebagai presiden, dimana kepemimpinan beliau saat itu dianggap sebagai kepemimpinan yang otoriter.

Ternyata people power sudah terjadi di beberapa Negara. Latar belakang adanya people power bermuara pada satu hal yaitu perubahan. Keinginan masyarakat untuk lepas dari pemerintahan yang otoriter dan telah melalaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Namun saat ini apakah people power sangat perlu untuk digaungkan ? kita tidak bisa menampik bahwa pemerintahan saat ini masih kurang berhasil dalam mensejahterakan masyarakat. Isu kemiskinan, kesenjangan, pengangguran, dan masalah lainnya masih menggerogoti negeri kita saat ini. Pembangunan infrastruktur terus didorong akan tetapi ada yang lebih mendasar untuk diperbaiki yakni kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia bukan sebagian kecil saja tapi seluruhnya dari sisi pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan lainnya.

Maka kita sangat memerlukan yang namanya perubahan untuk negeri ini, bukan sekedar pemimpin tapi juga sistem dalam kepemimpinannya. Kekuatan ideologi kapitalisme mulai sangat tampak pada rezim ini, berbagai sumber daya alam sudah mulai di privatisasi, kesehatan dan pendidikan pun juga menjadi sasaran untuk meraih keuntungan, bahkan ekonomi pun jangan ditanya lagi, riba sudah menjadi hal biasa dalam negeri ini.

Namun layakah people power menjadi cara atau uslub dalam perubahan yang di inginkan? ternyata people power bukanlah cara yang layak untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Karena caranya pun dinilai anarkis dan menimbulkan kekacauan serta kerugian banyak pihak. Hingga wajar banyak pihak yang menolak ajakan people power yang digaungkan. Lalu cara seperti apa yang harus digaungkan untuk mencapai perubahan yang diinginkan ?

Dalam islam pemilu hanyalah bagian kecil dari  cara yang dijalankan untuk menentukan pemimpin atau khalifah. Sejatinya khalifah di dapatkan dari bai’at dan dilandasi oleh nash syariat. Kekuatan massa atau masyarakatnya terletak pada kekuatan pemikirannya yang berdasarkan aqidah islam yang kuat, bukan pada kekuatan otot atau tindak kekerasan maupun anarkisme demi tegaknya sebuah kekuasaan. Sehingga perubahan pada umat diawali dari perubahan pemikirannya, hingga terwujud satu tujuan yang sama pada semua rakyat. Maka islam-lah satu-satunya muara yang akan dituju untuk menegakkan  kekuasaan dan Negara.

Cara mengubah pemikiran masyarakat menuju pemikiran yang berdasarkan aqidah islam adalah dengan dakwah, yakni menyampaikan islam kepada saudara-saudari kita yang tak mengenal islam secara kaffah. Bukan dengan paksaan maupun kekerasan. Islam yang rahmatan lila’alamiin tidak mengajarkan kekerasan. Tapi islam menyerukan untuk berdakwah, mengajak orang lain untuk menuju cahaya islam. Dakwah dengan rasa cinta terhadap saudara-saudari kita yang kita cintai karena iman yang menancap dalam jiwa. Melalui dakwah ini lah, insyaAllah perubahan pemikiran masyarakat akan berubah dan bermuara pada perubahan yang hakiki, yaitu diterapkannya islam secara kaffah dalam segala bidang kehidupan.

Wallahua’alam. [MO/AS]

Posting Komentar