Oleh: Rifdatun Aliyah

(Praktisi Pendidikan - Nganjuk) 

Mediaoposisi.com-Ramadhan adalah sebuah bulan yang sangat berharga bagi kaum muslimin. Dimana pada bulan tersebut kaum muslimin selalu bersemangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebuah momentum yang layak untuk dijadikan sebagai jalan kebangkitan umat Islam. Meskipun para penista agama dan para korporasi yang haus akan harta tak menginginkan kebangkitan umat Islam yang mulia ini.

Lihat saja bagaimana sebuah sistem buatan manusia yang telah membawa kemudharatan kepada para pengembannya. Sistem demokrasi yang diagung-agungkan sebagai sistem terbaik justru membawa petaka bagi masyarakat khususnya kaum muslimin. Rakyat tetap berada dibawah garis kemiskinan, marak terjadinya kerusakan moral, kerusakan alam serta penguasaan sumber daya alam oleh segelintir orang merupakan sebagian gambaran akibat rusaknya diterapkan sistem demokrasi.

Bahkan dalam pemilu 2019 lalu, hingga 4 Mei 2019 jumlah korban meninggal mencapai lebih dari 400 orang (https://m.merdeka.com/04/05/2019). Jumlah yang fantastis untuk sebuah "kelelahan" yang sangat jarang terjadi. Sehingga beberapa spekulasi pun muncul di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, banyak korban jiwa membuat Ombudsman RI harus mengevaluasi pemilu serentak lalu (www.liputan6.com/01/05/2019).

Sungguh, kerusakan yang dibawa oleh sistem demokrasi sudah saatnya dicampakkan. Sebab demokrasi bukanlah jalan untuk kebangkitan umat. Umat khususnya kaum muslimin akan tetap menjadi korban dan buruh untuk melanggengkan kekuasaan kaum penjajah para kapitalis. Jalan kebangkitan umat hanya terdapat dalam Islam. Sebab Islam bukanlah sekedar agama spiritual belaka.

Islam merupakan sebuah ideologi luhur yang lahir berdasarkan wahyu illahi bukan dari kecerdasan otak manusia yang sarat akan perpecahan dan perselisihan dikalangan manusia. Islam merupakan agama fitrah yang sesuai dengan diri manusia. Islam memiliki pandangan hidup yang sempurna terhadap semua permasalahan hidup manusia. Islam memiliki pandangan yang khas terhadap sistem ekonomi, pendidikan, peradilan dan hukum serta sosial dan budaya. Islam merupakan sebuah keniscayaan yang pasti untuk kebangkitan umat.

Rasulullah saw telah menunjukkan bagaimana Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam sejak beliau saw menerapkan syariat Islam secara total dalam bingkai daulah Islam. Khilafah Islamiyah yang ditegakkan sejak Khulafaur Rasyidin hingga berakhirnya Khilafah Utsmani juga telah membuktikan kesejahteraan hidup bagi seluruh masyarakat yang hidup dibawah naungannya.

Islam telah mampu mewujudkan perubahan hakiki bagi umat. Islam merubah masyarakat melalui pemahaman yang dikaji secara terus menerus melalui sebuah pembinaan. Islam juga mengajarkan umatnya untuk melakukan aktivitas dakwah. Menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan.
Islam juga mengajarkan bahwa kebangkitan hakiki bukan melalui people power atau menggerakkan masyarakat turun ke jalan hanya sekedar untuk menjatuhkan rezim. 

Akan tetapi kebangkitan umat akan diraih dengan kesadaran umum umat Islam akan kewajiban untuk menerapkan syariat Islam secara total. Dukungan para pemilik kekuasaan atau ahli quwwah untuk menerapkan Islam juga merupakan bagian penting yang tak terpisahkan. Sehingga kebangkitan umat dan Islam akan mampu diraih.

Sudah saatnya Ramadhan menjadi momentum untuk kembali meniti jalan Rasulullah saw. Sebuah jalan yang akan membawa keberkahan dan rahmat bagi seluruh alam. Sehingga bulan Ramadhan tak hanya sekedar menjadi momen untuk menjalankan ibadah mahdhoh semata. Wallahu A'lam Bishowab[MO/vp]

Posting Komentar