Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

      Mediaoposisi.com-  Sungguh menyedihkan, pembacaan pemenang dari kandidat Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi menuai banyak persoalan. Fakta baru adalah keputusan berdasarkan Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Perhitungan secara Nasional ternyata di dominasi para maling.

Rakyat sudah tidak percaya kepada KPU. Pasalnya KPU sekarang seperti maling berkedok pembela kebenaran. Tak di pungkiri mereka memiliki  kuasa di Negeri ini, namun sungguh menyedihkan kenapa mereka justru menikam rakyat.

Banyak fakta bergulir bahwa terjadi kecurangan di berbagai tempat, namun apakah ada penanganan  ? Saya rasa itu sebuah hal yang di abaikan, pasalnya mereka hanya mendengarkan laporan-laporan terkait kejadian tersebut tanpa ada penanganan yang kompleks.

Termasuk dalam pengumuman siapa yang menang dalam pilpres 2019 kali ini. Strategi yang di pakai tidak jauh berbeda seperti 5 tahun silam. Pengumuman segera di publis ke masyarakat sehingga anggapan masyarakat pertandingan pilpres telah usai dan di menangkan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf.

Media memang di kuasai mereka, sehingga wajar dalam mewujudkan kepentingannya mereka memanipulasi semuanya. Keadaan Indonesia tidak bisa di katakan baik-baik saja, pasalnya 5 tahun ini menunjukkan bagaimana kinerja dari Jokowi. Banyak kedzaliman terjadi, ulama di kriminalisasi, dan dia mau di jadikan boneka untuk melancarkan perjanjian-perjanjian Asing Aseng dalam penguasaan asset di Indonesia.

"Kami tentu bersiap-siap untuk maju ke MK sebagai pihak terkait dalam sengketa yang diajukan, sebab termohon dalam sengketa hasil pemilu khususnya hasil pilpres itu KPU," kata Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, Selasa (21/5).

Pernyataan yang di utarakan oleh Yusril, menurut saya sangat lucu. Why ?

Apakah sampai saat ini rakyat bisa percaya dengan elemen-elemen Negara. Saya rasa kepercayaan itu kian memudar. Rakyat mengetahui bahwa semua lini Negara bisa di kuasai dengan orang yang memegang kekuasaan. Yah mereka akan mensabotase media-media, kejaksaan/pengadilan, dan kemiliteran.

Semua itu dapat kita rasakan saat ini, rakyat bisa mengindera fakta yang ada. Bisa jadi MK salah satu tempat yang di kuasi mereka.

Wahai rakyat, Apakah kamu akan diam jika Pemegang kekuasaan ini akan lebih mendzalimi kita ?

Apakah kamu rela mereka menandatanagi berbagai perjanjian yang menguntungkan mereka dengan jaminan SDA dan rakyat Indonesia ?

Tulisan ini ada bukan karena ingin menduduki kekuasaan sepertimu. Tapi Bagaimana kebenaran itu bisa terungkap dan bisa membuka kedok-kedok busuk para pemimpin boneka.
Wahai Umat, saatnya kamu bangun dan sadar atas realita yang mengenaskan ini.

Tak ada harapan jika kita hanya berdiam diri menerima nasib mendapatkan penguasa yang dzalim. Mari berfikir secara jernih, bukan karena kepentingan seperti mereka tapi semata-mata untuk menyadarkan umat untuk bangkit.

Tak perlu berharap kepada jajaran KPU, DPD,DPR,DPRD, PRESIDEN, dan Kemiliteran, jika mereka saja di tunggangi oleh para pengusaha untuk membuat kebijakan yang menguntungkan kantong-kantong mereka. Lantas apa gunanya kita mengharapkan mereka !!

Umat kamu tak pantas jika di perlakukan seperti ini, Lihatlah hidupmu ?

Bagaimana sulitnya hidup dalam cengkraman penjahat berdasi, mereka yang berhutang kita yang menjadi korban pelunasan dengan cara pajak.

Coba lihat hidup mereka, apakah mereka merasakan kesengsaraan seperti yang kita rasakan ?
Saya rasa tidak, kalau pun mereka hidup merakyat itu bukan semata-mata kebenaran tapi hanya fatamorgana untuk  pencitraan diri.

Maukah kamu terus di tipu wahai umat ?

Apakah kamu tetap akan berdiam diri ?

Pilihan ada di tanganmu, mau menjadi pecundang atau pejuang !! [MO/ra]

Posting Komentar