Oleh : Firda
(Back to Muslim Identity Jember)

Mediaoposisi.com- Pemberitaan mengenai pelecehan seksual yang dialami salah satu mahasiswi Jember yang diterbitkan oleh LPMS IDEAS, Lembaga Pers Mahasiswa Sastra IDEAS Universitas Jember (https://ideas.id/universitas-jember-tak-tegas-tangani-kekerasan-seksual/), seketika menarik perhatian publik terutama warga kampus Jember.

Tentu saja, mencuatnya kasus ini membawa kita untuk mengingat kembali lembaran kelam mengenai pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan akademis. Kasus di Universitas Jember tentu bukan kasus yang pertama. Publik telah digegerkan dengan berbagai kasus-kasus serupa yang pernah terjadi di lingkungan akademis kampus.

Hal inilah yang kemudian mendasari terbentuknya Aliasnsi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual Jember untuk melakukan aksi turun jalan pada 2 Mei 2019. Aksi dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul aksi di kantin FIB UNEJ.

Aksi diisi dengan orasi, teatrikal, tanda tangan petisi dan aksi tiup peluit sebagai simbol seruan dan peringatan terhadap kampus UNEJ. Aksi ini merupakan hasil kesepakatan dari adanya konsolidasi terbuka pada 30 April 2019 oleh mahasiswa dan beberapa masyarakat yang resah terhadap kasus kekerasan seksual.

Bangkitnya jiwa kritis dan kepedulian mahasiswa di tengah redamnya gaung suara mahasiswa dalam menyuarakan suaranya serta maraknya pembungkaman terhadap mahasiswa aktifis tentu harus diapresiasi. Setidaknya mahasiswa yang tengah dirundung perbudakan akademik kembali menunjukkan taringnya.

Namun ada beberapa hal yang butuh diperhatikan oleh para aktifis mahasiswa hari ini. Kepedulian dan kepekaan terhadap masalah yang tengah menimpa masyarakat adalah bekal bagi mahasiswa untuk melakukan perjuangan membela hak-hak umat.

Akan tetapi mencukupkan diri dengan hanya berbekal kepedulian dan kepekaan semata, rentan adanya untuk terseret arus solusi-solusi parsial yang tidak mensolusi. Bahkan menjadi rentan untuk dimanfaatkan agen-agen kapitalis dalam menyuarakan solusi ala mereka. Terbukti hari ini, desakan agar segera disahkannya UU penghapusan kekerasan seksual tengah digaungkan pula oleh para aktifis mahasiswa dan dianggap mampu mensolusi segala problem kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat termasuk di lingkungan akademis.

Padahal jika dikaji lebih dalam, polemik permasalahan seksual dan solusi yang ditawarkan (RUU PKS) hanyalah solusi tambal sulam semata yang banyak menimbulkan pro kontra.

Mengkaji permasalahan seksual tentu harus komprehensif dan perlu dicari akar masalahnya. Dapat kita amati bahwa masyarakat kita saat ini hidup dalam kehidupan yang cenderung liberal dan bebas. Konten pornografi hingga pornoaksi serta aurat terumbar dimana-mana.

Perzinahan, kumpul kebo, pergaulan bebas, bisnis prostitusi yang juga melibatkan mahasiswa adalah fakta yang hari ini tengah diabaikan pula oleh negara. Tak ada aturan mengikat dan tegas akan hal ini. Asal suka sama suka, tak ada paksaan it’s ok no problem. Masyarakat terbentuk menjadi masyarakat hedon dan liberal.

Inilah buah dari penerapan  sistem sekuler yang kini tengah melanggeng bebas dan masih dipertahankan. Maka ketika mencari sebuah solusi untuk permasalahan seksual tentu harus menyeluruh dan menyentuh akar masalahnya.

Selama sistem sekuler masih bercokol di negeri kita, maka kasus demi kasus kekerasan seksual tak akan dapat diselesaikan, bahkan justru menimbulkan masalah-masalah baru sebagaimana ide dasar dari adanya RUU PKS sendiri yang tak lepas dari ide-ide feminism yang jelas bertentangan dengan islam.

Maka dari itu, mahasiswa muslim dimanapun kita berada, dimanapun kita berinteraksi dengan umat, dan dimanapun kita berjuang janganlah salah jalan! Sebagai mahasiswa muslim sudah seharusnya bagi kita untuk menjadikan islam sebagai gaung perjuangan kita.

Sudah seharusnya bagi kita untuk menawarkan islam sebagai solusi atas setiap permasalahan yang tengah melanda masyarakat kita. Karena Islam itu jalan hidup, Islam adalah problem solver, Islam memiliki kesempurnaan aturan yang bersumber dari Ilahi. Tanggalkan solusi-solusi penuh ilusi! [MO/ra]

Posting Komentar