Oleh : Merli Ummu Khila 
(Kontributor Media) 


Negeri ini memang kaya
Kaya orangnya, kaya binatangnya
Kaya alamnya, kaya budayanya
Kaya pejabatnya, kaya penjahatnya

Kaya rakyatnya
Yang menangis di ujung malam
Merah putih termangu
Terkulai berdebu
Di pojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda terkasih melayang perih
Negeri ini memang kaya

Mediaoposisi.com-Lirik Lagu milik Iwan Fals ini menggambarkan betapa keadaan negeri ini, ibarat semut mati di atas gula. Miris sekali menyaksikan rakyat menjerit kelaparan diatas tanah yang penuh dengan kekayaan alam.

Rakyat Papua yang harusnya bisa sejahtera dengan gunung emasnya, namun justru mereka menyambung hidup dengan menjual pinang. Karena gunung emas mereka sudah dikuasai asing yaitu PT Freeport Indonesia yang  menambang  tembaga, emas, dan perak yang beroperasi di daerah dataran tinggi Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Setelah rakyat Indonesia diberi "kabar gembira" dengan membeli saham Freeport 51% oleh PT Ilanum(Persero), kini rakyat harus menerima kenyataan bahwa cengkraman penjajah akan semakin lama, dengan dijalinnya kerjasama dengan China.

Seperti dilansir oleh Aktual.com, 17 Mei 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno terus mendorong Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang tanah air dengan melakukan hilirisasi.

Dalam kunjungan kerjanya ke China pada Jumat (17/5), Menteri Rini bertemu dengan beberapa calon mitra strategis Inalum, salah satunya Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Menteri Rini mengatakan, penjajakan kerja sama ini dilakukan agar Holding Industri Pertambangan bisa memiliki mitra strategis dalam bidang teknologi dan pengembangan demi mempercepat realisasi hilirisasi tambang di Indonesia.

Beginilah jadinya jika kedaulatan ada ditangan rakyat. "Rakyat" yang terpilih akan bebas menentukan apa saja yang menjadi hajat hidup orang banyak berdasarkan kepentingan segelintir elit dan golongan.

Menyerahkan pengelolaan negara pada sistem kapitalisme tidak akan bisa mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Karena sistem kapitalisme hanya berorientasi pada profit para kapital.

Lalu bagaimana solusinya? 

Dalam islam kedaulatan ada ditangan Allah Swt dan kekuasaan ada ditangan umat. Umat bebas memilih seorang pemimpin dari mereka namun tetap berdaulat kepada Allah Swt yaitu dengan menerapkan aturan dan hukum-hukum yang ada dalam Alquran.

Sistem Islam yang sebelumnya sudah pernah dicontohkan Rosulullah Saw ribuan tahun lamanya. Dan terbukti mampu menguasai dunia. Sejarah keberhasilan masa kekhalifahan banyak diceritakan oleh para sejarahwan Barat.

Kekhalifahan menjamin kesejahteraan rakyat karena khalifah memiliki seperangkat aturan yang bersumber dari Alquran.  Karena sejatinya khilafah adalah representasi dari penerapan Islam secara menyeluruh dan utuh.

Will Durant seorang penulis, sejarawan, dan filsuf Amerika dalam – The Story of Civilization
“Pada masa pemerintahan Abdurrahman III diperoleh pendapatan sebesar 12,045,000 dinar emas. Diduga kuat bahwa jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan.

Sumber pendapatan yang besar tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu pengaruh dari pemerintahan yang baik serta kemajuan pertanian, industri, dan pesatnya aktivitas perdagangan.”[MO/ad]

Posting Komentar