Oleh: Fajrina Laeli
(STIE Insan Pembangunan)

Mediaoposisi.com-Tali persatuan yang mengaitkan kaum Muslimin semakin nyata terlihat. Dibarengi pula dengan dakwah Khilafah yang semakin gencar dan membumi di tengah masyarakat. Sinyal persatuan dan bangkitnya pemikiran umat terhadap Khilafah pun semakin  membuat para penguasa panik . Terbukti dari berbagai sikap pemerintah yang menghalangi dakwah ini.

Misal baru-baru ini, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa ideologi Khilafah dilarang di Indonesia.

Menurutnya, ideologi tersebut dilarang karena ingin menggantikan Pancasila. Ia bahkan mengatakan bahwa melalui organisasi Hizbut Tahrir, Khilafah telah dilarang di 21 negara.

Hal itu dikatakan Ryamizard usai Simposium Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi di Gedung AH Nasution Kementerian Pertahanan Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Ryamizard juga mengatakan, siapa pun pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan yang lain maka harus berhadapan dengan TNI. Ia juga menjelaskan, dalam sejarah Indonesia juga pernah ada kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan yang lain. Kelompok tersebut juga pada akhirnya harus berhadapan dengan TNI.

Menhan menegaskan pemahan Khilafah sangat bertentangan dengan norma yang terkandung dalam Pancasila. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu tak ingin paham Khilafah berkembang di tengah masyarakat.

Penolakan terhadap paham Khilafah terus menerus digaungkan dan ditanamkan kepada khalayak luas. Bahkan fitnah terhadap Khilafah dibungkus sedemikian rupa untuk menanamkan citra negatif sebagai perusak persatuan bangsa dan Pancasila. Hingga umat berpemahaman keliru bahwa Khilafah sebagai ancaman dan berbahaya. Naudzubillah.

Padahal sangat jelas bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Tercatat dengan tinta emas, sepanjang sejarah bahwa kaum Muslimin selalu hidup di bawah naungan Khilafah. Pasca periode kenabian hingga keruntuhannya pada 23 Maret 1924.

Bahkan di masa lalu Daulah Khilafah menjadi pemimpin dan menguasai 2/3 dunia yang di mana rakyatnya sejahtera.

Sungguh berbagai fitnah dan skenario jahat terhadap Khilafah tidak akan bisa menjegal para pejuang Khilafah. Sebaliknya menjadi bahan bakar untuk semakin menggelorakan dakwah Khilafah di tengah umat. Sementara di lain sisi, berbagai upaya menghalanginya menjadi sinya bahwa rezim mulai panik dan takut.

Ya, jelas mereka panik dan takut. Karena sejatinya Khilafah adalah ancaman bagi eksistensi rezim neolib. Jika Khilafah kembali di tengah umat, mereka akan kehilangan tahta dan harta yang mereka rampok dari negara. 

Tegaknya Khilafah untuk menggantikan sistem kufur yang telah lama mencekik umat, juga akan menghilangkan dominasi asing dan aseng atas negeri ini.

Namun janji Allah Ta'ala adalah benar dan pasti. Sekeras apa pun usaha untuk menolak Khilafah. Dan seberat apa pun rintangan yang harus dihadapi para pejuangnya. Sungguh tak akan mampu menghalangi bahkan menunda wujudnya janji Allah Ta'ala akan tegaknya Khilafah.

Karena dakwah akan terus berjalan, kebenaran akan terus diungkapkan. Umat harus terus-menerus dipahamkan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam dan menjadi satu-satunya obat mujarab bagi kerusakan yang telah terjadi.

Khilafah pula yang menjadi jawaban bagi segala persoalan hidup yang saat ini tak bisa diatasi. Maka dari itu kebenaran ini harus sama-sama diperjuangkan untuk kemaslahatan umat fid dunya wal akhirat.[MO/ad]

Posting Komentar