Oleh: Kartiara Rizkina Murni
Mediaoposisi.com- Kamis (2/5) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Penindasan (AMAP) melakkan demo di depan kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Lhokseumawe. Aksi yang bersamaan dengan hari pendidikan nasional itu dilakukan untuk mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah kota (pemko) Lhokseumawe mengenai nasib pendidikan Aceh Utara dan Lhokseumawe saat ini.
Tuntutan mahasiswa di antaranya adalah di hapuskan program Aceh carong, sejahterakan guru honorer, prioritaskan pendidikan aceh utara dan Lhokseumwe, serta pemerataan guru berkualitas di daerah terpencil. Mereka juga meminta di hapuskan liberalisasi pendidikan, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis, revisi kurikulum, serta pemerataan pendidikan nasional, dan lainnya.
Berbicara mengenai nasib pendidikan kita, berarti berbicara mutu dan kualitasnya. Memang pendidikan kita di indonesia masih terkategori buruk, mendapat peringkat ke 54 jauh dari posisi negara tetangga kita malaysia yang berada di peringkat 23, disusul inggris peringkat 24 dan inggris peringkat 25. Sementara Aceh sendiri juga menjadi daerah dengan kualitas pendidikan terendah seindonesia setelah papua dan NTT,NTB.
Padahal aceh merupakan deraha yang yang mendapatkan dana otonomi khusus (Otsus) dari pemerintah pusat dengan dana sekitar Rp27,3 triliun. Namun, meskipun dapat kucuran dana yang besar tidak memperbaiki kualitas pendidikan di aceh.
Lalu apa yang membuat pendidikan di aceh masih tergolong rendah? Hal ini di sebabkan karena sebagian kabupaten di aceh masih memprioritaskan pembangunan fisik di bandingkan dengan kualitas. Terutama untuk kota Lhokseumawe, banyak dana yang di berikan 50% di alokasikan untuk pembangunan fisik.
Pembangunan fisik yang tidak di barengi dengan mutu kuallitas pendidikan membuat aceh menjadi provinsi yang tergolong rendah dalam bidang pendidikan. Jika infrastuktur bagus jika kualliatas masih rendah apakah dapat kita katakan itu cara yang dapat di lakukan.
Selain kita menelisik dari kebijakan pemerintahnya, kita juga lihat bagaimana sistem pendidikan yang di pakai. Yakni sistem pendidikan barat, tidak bisa di pungkiri bahwa kurikulum yang di kita pakai adalah kurikulum yang bercermin dari barat. Karena bercermin dari barat artinya sangat jauh dari pendidikan islam, sangat jauh dari karakter islam, dan sangat jauh dari pengetahuan islam.
Mari kita lihat bagaimana generasi-generasi yang di cetak dari sistem pendidikan barat. Faktanya yang terjadi adalah generasi menjadi orang yang materialistis, hedonis, apatis dan individualis. Selain itu, karakter yang tercipta adalah karakter yang suka membangkang, malas, dan tidak jujur. Apakah ini yang kita inginkan dari pendidikan kita? Tentu bukankan, tapi inilah fakta yang terjadi.
Dalam sistem pendidikan kita saat ini, nilai adalah tolak ukur keberhasilan seseorang tanpa melihat cara yang di gunakan benar atau salah. Misal, bagaimana siswa harus lulus dari bangku sekolahnya melaui ujian nasional ya tentu saja dengan memberi kunci jawaban. Fenomena ini sudah menjadi rahasia umum bahwa pada saat ujian nasional pihak sekolah pasti membuat strategi melakukan kecurangan. Nah, jika pihak sekolah saja bersifat demikian bagaimana melahirkan insan yang cemerlang?
Berbeda dengan sistem pendidikan islam. Dalam islam generasi tidak hanya di tuntut baik dari segi intelektual tetapi juga baik dari segi akhlak. Karena yang pelajaran yang di suguhi bukan hanya sebatas perkara dunia tetapi juga akhirat.
Negara juga mendorong kualitas pendidikan dengan memberikan segenap fasilitas yang memadai. Hasilnya bagaimana? Ya kita tidak perlu bertanya lagi bagaimana ketika islam berkuasa banyak ilmuan-ilmuan hebat yang muncul, penemuan mereka menjadi pedoman bagi para ilmuan masa kini. Mereka ridak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter islam.
Inilah model pendidikan dalam islam, pemerintah tidak hanya fokus pada bangunan fisik namun juga fokus dengan membangun mutu dan kualitas pendidikannya. Maka jika kita ingin generasi-generasi bangsa kita menjadi sosok insan yang cemerlang yang akan membawa perubahan bagi masa depan bangsa, maka kita perlu untuk mengganti sistem pendidikan kita sesuai dengan sistem pendidikan islam. [MO/ra]

Posting Komentar