Oleh :  Agus Susanti 
(Pemerhati  sosial)

Mediaoposisi.com-Mengapa selalu islam yang bersalah, tak pernahkah kalian berfikir sedikit dengan akal sehatmu. Mengapa islam yang harus selalu mengalah, pantaskah kalian tetap bungkam dengan itu. Sebait aransemen lirik lagu dari seventeen ini adalah gambaran nyata keadaan yang dialami umat muslim saat ini.

Beberapa minggu terakhir ini media massa nasional kembali gencar memberitakan aksi penangkapan teroris. Entah kebetulan atau tidak, di penghujung tahun 2015 ini Densus 88 Antiteror menggerebek sejumlah lokasi terduga sarang teroris dalam waktu yang berdekatan.

Menurut keterangan yang diberikan oleh pihak kepolisian, terduga teroris yang ditangkap hendak melakukan operasi pengeboman di beberapa gereja pada hari Raya Natal.

Ini adalah salah satu fakta dari fitnah yang diberikan  terhadap islam. Terlepas dari itu satu hal yang patut dipertanyakan, yaitu mengapa aksi penanggulangan terorisme tidak pernah selesai sampai saat ini.

Sejak awal adanya istilah tersebut, runtutan kasus yang dilabeli dengan aksi terorisme terus bermunculan dan tidak pernah ada titik penyelesaiannya.

Lantas mengapa setiap kekerasan dalam bentuk aksi terorisme selalu dituduhkan kepada kalangan umat Islam. Seolah-olah setiap teroris itu adalah seorang Muslim.

Bahkan di beberapa belahan dunia Islam, ketika kaum Muslimin berjuang membela diri dari tindakan zalim tirani kafir pun dituduh sebagai teroris.

Sebaliknya ketika Penjajahan zionis Israel terhadap Palestina dan pengusiran jutaan penduduknya dari negeri itu dianggap sebagai tindakan yang legal, bahkan mendapat legalisasi dari dunia internasional.

Adapun aksi perlawanan yang dilancarkan oleh rakyat Palestina untuk mengembalikan hak-hak dan menolak kezaliman dan penindasan justru mendapat kutukan dan kecaman dari seluruh masyarakat internasional.

Jika kita lihat dengan teliti, sangat banyak lagi kekejian dan pembantaian yang dilakukan oleh para kafir terhadap muslim. Namun hal itu tidak pernah membuat dunia mampu membuka mata. Berikut beberapa fakta tentang kebiadaban kafir terhadap muslim :

Berita New Zealand tentang aksi penembakan brutal di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, membuat dunia berduka. Video penembakan di masjid new zealand oleh seorang pria, secara brutal menembaki jamaah masjid yang akan melaksanakan Ibadah Salat Jumat.

Jimmy Aritonang, karyawan PT Istaka Karya, selamat dari aksi penembakan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di jalur Trans Papua. Dia menceritakan detik-detik mencekam penembakan brutal itu, Rabu (5/12/2018).

 Meskipun terpapar jelas berbagai fakta yang dilakukan oleh kafir terhadap umat muslim. Akan tetapi yang mereka dapatkan hanyalah label sebagai angkatan bersenjata yang melakukan kekerasan.

Padahal sudah jelas banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dan menimbulkan ketakutan/ trauma yang teramat bagi orang lain. Berbagai senjata yang digunakan untuk melaksanakan aksinya juga jelas nyata terpampang sebagai barang  bukti.

Tentu hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar untuk kita semua. Apa sesungguhnya makna dari label teroris tersebut?. Apakah label ini hanya diperuntukkan bagi umat muslim saja!.untuk itu perlu kita pelajari makna dari kata teroris yang sebenarnya.

Menurut US Departements of State and Defense[12]. Terorisme adalah kekerasan yang bermotif politik dan dilakukan oleh agen negara atau kelompok subnasional terhadap sasaran kelompok non kombatan. Biasanya dengan maksud untuk memengaruhi audien.

Terorisme internasional adalah terorisme yang melibatkan warga negara atau wilayah lebih dari satu negara .wikipedia.org

Jika demikian defenisi yang ada dibenak mereka, maka menjadi suatu kewajaran bila label teroris selalu diberikan kepada umat islam. Sebab menurut Amerika, Islam adalah musuh besar yang harus dihancurkan hingga keakarnya.

Tidak cukup dengan penindasan fisik terhadap umat muslim, bahkan tuduhan keji untuk menghancurkan umat muslim dihadapan dunia akan terus mereka gencarkan. Itu semua demi tujuan untuk menguasai dunia di atas umat muslim yang penduduknya terbesar di Dunia.

Sebagai kaum muslim kita harus menyadari akan maksud dan tujuan dari label terorisme yang memang disuguhkan untuk memecah belah umat. Tindakan teroris yang selama ini diberitakan publik sesungguhnya bukanlah perbuatan oleh kaum muslim sendiri.

Bilamana kita melihat ada umat islam yang menjadi pelaku pengeboman atau tindak terorisme yang lain sesungguhnya ini adalah akibat adanya orang ketiga yang memanfaatkan sisi kelamahan muslim tersebut.

Umat muslim yang tidak memiliki pehaman yang benar akan makna jihad fisabilillah, faktor ekonomi yang mendesak dan lain-lain. Hal itu yang kemudian dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengarahkan seoranng muslim melakukan tindakan bom bunuh diri dan sebagainya. 

Kemudian ini menjadikan seolah-olah umat islamlah yang melakukan tindakan tersebut. Sesungguhnya umat muslim hanya sebagai alat untuk melaksanakan strategi penghancuran umat muslim dengan mencitra burukkan ajaran islam itu sendiri.

Karena islam tidak pernah mengajarkan untuk melakukan pembunuhan masal terhadap orang-orang yang tak berdosa. Bahkan bunuh diri dalam islam adalah dosa yang amat besar.

Sampai saat ini label keji itu masih terus melekat dibenak umat kepada pemeluk agama islam. Bahkan kini banyak umat muslim yang anti terhadap ajaran islam sendiri. Hal ini sebab mereka tidak ingin dikatakan sebagai aliran radikal bahkan teroris.

Sampai kapanpun label ini akan terus ada pada umat islam, jika kita tidak mengambil tindakan. Mari bersama kita satukan kekuatan untuk melawan fitnah keji tersebut, dan menunjukkan pada dunia bahwa islam adalah agama yang damai, dan santun.

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh yang seharusnya dicintai oleh semua orang baik muslim juga non muslim.[MO/ad]

Posting Komentar