Oleh: Arinta Kumala Verdiana
(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)


Mediaoposisi.com-Capres-cawapres 02 patut menyunggingkan senyum kemenangan. Bagaimana tidak, sikap politik Ustadz Abdul Somad (UAS) kepada Prabowo Subianto tampaknya membawa pengaruh intens kepada tokoh-tokoh penting untuk menyatakan dukungannya secara terang-terangan. Setelah Tokoh nasional seperti Gatot Nurmantyo dan Dahlan Iskan, menyusul kemudian dua ulama kenamaan seperti Ustadz Adi Hidayat (UAH) dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym).

Ustadz Adi Hidayat (UAH) sengaja anjangsana ke kediaman Prabowo Subianto untuk menyatakan dukungannya pada Jumat malam (12/4).  Sementara, Aa’ Gym menyusul keesokan harinya ketika didatangi Prabowo-Sandiaga Sabtu (13/4). Aa’ Gym awalnya berusaha untuk bersikap netral. Tidak menunjukkan dukungan ke kubu manapun. Sementara UAH malu-malu kucing menyiratkan dukungan kepada paslon 02 melalui kode-kode tertentu dalam ceramah-ceramah beliau.

Namun pertemuan secara langsung UAH dan Aa’ Gym dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, seolah menjawab tanda tanya masyarakat Indonesia tentang pilihan politik kedua ulama-ulama kesayangan umat ini. Menjadi penegasan dukungan beliau berdua kepada Prabowo-Sandiaga. Tentu saja ini menjadi kejutan susulan di ujung masa  kampanye terbuka setelah kejutan besar yang diberikan oleh UAS.

Menariknya, UAH menemui Prabowo dengan menggandeng beberapa artis yaitu Teuku Wisnu, Dimas Seto, dan Ari K. Untung yang notabene mereka adalah pentolan-pentolan artis-artis hijrah. Tentu ini akan membawa implikasi positif bagi elektabilitas Prabowo Subianto sebagai kubu oposisi.

Berkaitan dukungan dua ulama ini bisa kita analisa sebagai berikut:
Pertama, UAH dan Aa’ Gym mantab untuk menegaskan dukungannya kepada Prabowo Subianto setelah dukungan UAS sehari sebelumya. Sikap yang UAS tunjukkan kepada publik –dengan memertaruhkan posisinya sebagai ASN- membuat UAH dan Aa’ Gym tak ragu lagi menyatakan secara jelas arah preferensi politiknya. Yaitu kepada kandidat paslon nomer urut 02.

Kedua, dukungan UAH ataupun Aa’ Gym pada Prabowo semakin meneguhkan bahwa pasangan 02 berada di posisi terkuat. Dukungan da’i-da’i dengan jumlah jama’ah yang tidak sedikit ini seolah menjadi magnet penguat atas dukungan UAS. Dengan semakin kuat magnet dukungan ulama, maka akan menggalang massa lebih banyak di kubu 02. Kalau orang jawa bilang para ulama ini ‘ngegongi’ langkah UAS.

Kedua tokoh ini tentu memboyong ‘gerbong’ yang berisi dukungan jama’ah masing-masing. Ditambah lagi adanya tiga sosok public figure dari kalangan artis hijrah yang digandeng UAH, para artis ini punya segmen massa tersendiri untuk bisa dimobilisasi ke pihak Prabowo-Sandi. Semuanya jelas menjadi kejut jantung tersendiri bagi pihak Jokowi-Ma’ruf. Bisa jadi ini merupakan lonceng kekalahan 01 yang berdentang sebelum puncak pesta demokrasi tanggal 17 April nanti.

Ketiga, sebagaimana UAS, UAH dan Aa’ Gym secara khusus menyampaikan pesan-pesan kepada Prabowo. Yang intinya adalah mereka berharap Prabowo bisa menjadi pemimpin sebagaimana gambaran di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menandakan bahwa sebenarnya para ulama ini sudah gerah dengan pemimpin yang tidak adil, pemimpin yang buruk yang jauh dari hukum-hukum Allah. Dan tentunya para ulama ini sangat merindukan untuk dipimpin oleh pemimpin yang menerapkan syariat Allah secara kaffah.

Sinyal kekalahan kubu 01 dan kemenangan kubu 02 sudah semakin jelas. Semoga menjadi jalan Indonesia menjadi lebih baik. Dengan pemimpin baru bisa membawa Indonesia menjemput keberkahan dari langit dan bumi seperti yang Allah janjikan di al-Qur’an surat al-A’raf ayat 96. Yaitu dengan membawa rakyatnya menjadi beriman dan bertakwa. Iman yang dibuktikan dalam ketakwaan secara total dalam sebuah institusi yang dicontohkan Rasulullah dan Khulafa’ur Rasyidin.

Posting Komentar