Oleh : Nasrudin Joha
Seruan Umum Kepada Segenap Rakyat Untuk Melawan Tirani, Penindasan, dan Perjuangan Mempertahankan Hak, Suara dan Kemenangan Rakyat

Mediaoposisi.com-Jika kedaulatan itu benar milik rakyat, rakyat telah menyuarakannya melalui Pilpres, maka siapapun yang berbuat curang, merubah suara rakyat menjadi suara kekuasaan, membungkam aspirasi rakyat dan membelokannya menjadi aspirasi kekuasaan, mengubah kehendak rakyat atas kerinduan pada perubahan dengan mengokohkan tirani dan periode kezaliman, tidak ada kata lain kecuali LAWAN !


Ini bukan lagi soal hak capres, hak pihak yang dipilih. Tetapi ini berkaitan dengan hak seluruh rakyat yang telah mengambil pilihan pada kehendak perubahan. Pilihan rakyat yang sudah jengah pada tirani dan kezaliman. Jika, ada tangan kekuasaan yang lancang memotong aspirasi rakyat, dan membuat saluran agitasi untuk melanjutkan tirani dan penindasan, tidak ada kata lain kecuali LAWAN !

Ini bukan soal membangun kohesi bangsa, berdamai untuk masa depan, tapi ini soal bagaimana kebenaran dan keadilan tidak boleh tunduk pada tirani dan syahwat kekuasaan yang berdiri diatas kehendak sepihak untuk melanggengkan korupsi, persekongkolan, pengkhianatan dan keculasan. Ini berkait dengan hak anak bangsa, salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendapat mandat dari rakyat untuk memimpin, kemudian dicurangi dan dipaksa menjadi pihak yang kalah dan mengalah.

Kita, telah banyak mengalah dan bersabar, untuk waktu yang panjang demi berbagai kemaslahatan kebangsaan. Tapi tidak untuk saat ini, tidak untuk mandat kita yang sudah kita suarakan hari ini. Kita, telah mengikat tekat untuk memastikan kedaulatan rakyat tetap tegak, kokoh berdiri, dan menempatkan putra anak bangsa yang dikehendaki untuk memimpin negeri ini.

Syair seruan 'people power' ini dikumandangkan kepada segenap rakyat, untuk mengadukan segala bentuk kezaliman dan kecurangan, yang kelak jika itu dipaksa diberlakukan olah lembaga otoritas pemilihan. Kita akan bergerak, untuk menjalankan hak konstisusi berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat atas adanya tirani dan kecurangan, yang ingin melanggengkan periode kezaliman.

Wahai para ksatria, wahai para pejuang, wahai para punggawa-punggawa perubahan,
Ikatlah tambatan kuda itu, pesankan jubah dan baju besi itu, sebentar lagi waktunya akan tiba, saat seruan Nasrudin Joha benar-benar dilayangkan untuk membungkam tirani, kecurangan dan begal-begal kedaulatan rakyat.

Wahai kalian, mulailah asah pedang-pedang itu, untuk menghunus argumentasi, mengumbar bukti kecurangan, dan mengabarkan tirani dan penindasan. Kita tidak mungkin berhenti membiarkan hak kita untuk mengganti pemimpin zalim, dikebiri oleh segelintir orang yang mengatasnamakan mayoritas rakyat.

Wahai kalian, yang telah dipilih untuk memimpin negeri ini. Jika rakyat telah berkomitmen menjadi laki-laki, maka kalian yang telah mendapat amanat untuk memimpin negeri ini, agar menjadi lelaki sejati. Jangan menjadi perempuan !

Kami, rakyat telah berjibaku untuk membela hak atas suara dan kerinduan akan perubahan. Karena itu, kalian harus melebur dan bersama rakyat, untuk melakukan tuntutan yang sama.

Tolak semua perudingan dan tawaran berdamai dengan rezim, jika itu mensaratkan rakyat untuk menerima kekalahan dan Legowo dipimpin lagi oleh rezim yang zalim. Jangan sampai kalian, wahai yang diamanati untuk membuka kunci perubahan, berkhianat kepada rakyat dan mengikat perjanjian damai dengan rezim zalim.

Wahai otoritas pemilihan, berlaku adillah ! Jika kalian curang, berarti kalian telah menabuh genderang gerakan people power. Kami siap, kami pasti datang, karena itu perhatikanlah seruan ini. [MO/vp].

Posting Komentar