Gambar: Ilustrasi
Oleh: Mega 
(Mahasiswi FEB UHO)

Mediaoposisi.com-Industri game memiliki peluang besar di Indonesia. Paslon nomor urut 01 mengatakan bahwa pemerintah saat ini harus cepat tanggap dan responsif terhadap perubahan global yang terjadi saat ini. Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi penjelasan Prabowo Subianto tentang strategi pengembangan e-sport dan mengaitkannya dengan game mobile legend. “Perubahan global yang terjadi saat ini, seperti artificial intelligence (AI), Internet of things, virtual reality, dan bitcoin. Ini juga sama, ini sebuah profesi yang anak muda menyenangi.“ ujar Jokowi dalam debat pamungkas pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, sabtu (13/4/2019).

Oleh sebab itu, pemerintah akan membangun infrastruktur digital. “Cara lainnya, membangun ekosistem yang sama bagi mereka untuk bisa berusaha membuat game. Ini peluang yang besar bagi industri game di Indonesia,” jelas jokowi. Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014, sektor ini sangat menjanjikan pertumbuhan ekonomi sangat besar. Pertumbuhannya Rp 11-12 triliun per tahun.

Rangkaian debat kandidat pilpres 2019 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mencapai puncaknya pada Sabtu, 13 April 2019. Debat pamungkas pilpres 2019 yang menghadirkan pasangan capres–cawapres itu digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Debat kelima yang mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri (Liputan6.com, 13/4/2019).

Industri Game yang Dirancang
Perkembangan zaman yang semakin maju, salah satunya adalah kemajuan di bidang teknologi seperti game online, merupakan hasil kreativitas teknologi yang digemari banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua.

Fenomena game online selalu dilihat dari maraknya warung internet yang menyediakan fasilitas game online dalam tiap komputer yang disediakan. Terlebih lagi, hanya membayar dengan biaya yang relatif murah yaitu sebesar Rp 3.000 per jamnya, internet dapat diakses. Sehingga, pengguna internet merasa betah menghabiskan waktu berjam-jam bermain game online. Bahkan dengan diciptakannya modem, seseorang bisa menghabiskan waktu sepanjang hari hanya untuk menyelesaikan permainan dalam game online tersebut.

Kecanduan game online merupakan satu hal yang bisa berakibat buruk. Beberapa penelitian menemukan data yang mendukung bahwa kondisi ini dapat diterima. Data-data tersebut menunjukkan, sebanyak 64,45% remaja laki-laki dan 47,85% remaja perempuan usia 12-22 menganggap, diri mereka kecanduan terhadap game online. Sebanyak 25,3% remaja laki-laki dan 19,25% remaja perempuan usia 12-22 tahun, mencoba untuk berhenti main namun tidak berhasil (nickyee.com).

Kebiasaan ini menggambarkan adanya perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri. Sehingga pada tahap selanjutnya, perilaku tersebut akan membuat pelakunya ketagihan. Sebagaimana kabar berita seorang ibu rumah tangga di Kediri yang mendapati tagihan listriknya mencapai Rp 11 juta. Setelah ditelusuri, tagihan tersebut bersumber dari tagihan pembelian game online oleh anaknya.

Negara sekuler tidak bertanggung jawab melindungi generasi muda dari kerusakan game online. Bahkan dengan mudahnya, memfasilitasi sarana teknologi hingga menjadikannya sebagai ajang lomba. Tak sedikit orang yang menilai bahwa game online memberikan mudharat pada generasi. Sebagaimana kasus diatas, game online bisa menyebabkan perilaku pemborosan listrik. Belum lagi, waktu si anak lebih banyak dihabiskan bermain game di depan layar gadget. Sungguh kesia-siaan.

Sistem pendidikan saat ini, tidak mengedepankan pembangunan generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. Bahkan, game online pun dijadikan lahan bisnis bagi penguasa seperti dalam visi-misi paslon 01. Apakah generasi muda  penerus bangsa hanya akan menghabiskan waktunya terhadap aktivitas yang sia-sia? Bagaimana mungkin umat Islam menjadi umat terbaik jika generasinya tidak melakukan amal jariyah bagi dirinya dan agamanya?

Generasi Muda Dalam Islam Yang Memaksimalkan Waktunya
Islam sebagai agama yang sempurna dan komprehensif melindungi generasi dari kerusakan yang diakibatkan media. Juga mengatur segala persoalan yang dihadapi manusia dengan solusi menyeluruh. Game online tidak terlepas dari kebiasaan generasi muda dalam pemanfaatan waktu luang. Generasi muda diharapkan mampu menjadi generasi yang siap untuk memimpin. Tentu harus terlebih dahulu dibekali dengan berbagai macam pemahaman ilmu, aqidah yang shahih, dan keterikatan terhadap syariat islam yang baik.

Generasi terdahulu telah konsisten terhadap hal ini. Mereka menggunakan waktu luang untuk belajar serta memperdalam pemahaman Islamnya dengan Alquran agar betul-betul siap dalam pembangunan peradaban mulia sehingga mampu meraih kejayaan Islam. Seperti yang pernah terjadi selama ±13 abad hingga nama-nama mereka masih terukir dalam sejarah.

Bermain games dan mengembangkan bisnis ini lebih banyak mudaratnya. Sebagaimana seorang muslim yang paham akan hakikat kehidupan, tentunya akan sangat perhatian dengan segala bentuk perbuatan yang ia lakukan sedetil-detilnya. Jika perbuatan itu menghantarkan pada kelalaian, tentu hal ini haruslah ditinggalkan. Masih banyak amalan bermanfaat yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Jangan sampai terlena dengan perbuatan mubah yang melalaikan hal yang wajib dan Sunnah. Wallahu’alam bi ash-shawab. [MO/ms] 

Posting Komentar