Oleh : Vega Rahmatika Fahra

Mediaoposisi.com-17 April 2019, hari sakral yang dinantikan oleh rakyat Indonesia, karena pada tanggal 17 April adalah hari penentuan masa depan Indonesia. Ada 2 pasang calon kepala negara yang akan di pilih oleh masyarakat, kubu petahana 01 dan kubu Oposisi 02. Nampaknya rakyat pun mulai bingung mau pilih yang mana untuk masa depan Indonesia lebih baik ke depan. Apalagi masyarakat awam yang tidak tahu tentang dunia perpolitikkan dan hanya bisa menjadi pemilih yang prakmatis.

Pemimpin Pilihan Rakyat

Namun seperti kita ketahui bahwa setiap kali pemilu datang, masyarakat selalu dijanjikan perbaikan dan perubahan. Ajakan dan slogan untuk memilih caleg, capres, dan partai ramai menghias media dan jalan-jalan. Masyarakat di dorong berpartisipasi menyukseskan- yang mereka sebut- pesta demokrasi. Dengan dalih “ini untuk perbaikan masa depan bangsa 5 tahun ke depan”

Sayang beribu kali sayang, janji manis yang selalu dilontarkan para calon penguasa, tak pernah membawa perubahan dan perbaikan pada masyarakat Indonesia, bukan perubahan lebih baik, namun malah kekacauan dan kebobrokan yang terjadi dalam semua lini kehidupan. Mulai dari ekonomi hingga politik.

Harapan tinggal harapan, perbaikan dan perubahan yang dijanjikan tak kunjung datang dari dulu hingga sekarang. Belasan kali pemilu sudah dilaksanakan, kesejahteraan masyarakat masih di awang-awang. Berkali-kali berganti kepemimpinan, sebanyak itu pula rakyat menelan ludah kekecewaan.
Hari ini rakyat kembali disuguhkan dengan 2 pilihan , memilih 01 atau 02. Pertanyaannya jika rakyat memilih antara 01 dan 02, apakah akan ada perubahan bagi rakyat? Melihat apa yang telah di hasilkan dari 12 kali pemilu dan peegantian 7 orang presiden.

Untuk menuju perbaikan yang hakiki, kita harus memperhatikan hal penting berikut sebelum memilih pemimpin yang terbaik:

1.            Pemilu tak menghasilkan perubahan

Sejarah menunjukkan, pestabdemokrasi tidak pernah melahirkan perubahan mendasar. Yang terjadi hanya perubahan orang atau rezim saja. Tak ada yang berubah dalam sistem politik Indonesia. Sistem politik yang berlaku tetaplah sistem demokrasi.

2.            Pemilu dan Parpol Melanggengkan Demokrasi-Sekuler

Sistem demokrasi yang lahir dari rahim sekulerisme memiliki mekanisme untuk mempertahankan dan melanggengkan eksistensinya. Diantara mekanisme untuk menjaga keberlangsungan sistem demokrasi adalah dengan pemilu yang diadakan secara periodik dan diikuti oeh partai politik.
Selain itu demokrasi juga memiliki seperangkat aturan main yang harus ditaati oleh siapapun yang berada didalamnya, terutama oleh partai politik.

Dalam sistem demokrasi , partai politik berbasis agama memang dibolehkan, tetapi standar dan sumber hukumnya tidak diperbolehkan menggunakan sumber hukum Islam seperti Al-quran dan Al-Hadist. Keberadaan agama dipeebolehkan dan diakomodir, tetapi aturan agama tidak boleh mendominasi negara. Dengan kata lain, dalam negara demokrasi, agama hanya boleh berada di dalam ruang ibadah dan privat, tidak boleh berada dalam ruang publik apalagi pemerintahan. Aturan agama tentang shalat, shaum dan haji dibebaskan untuk dilaksanakan, tetapi hukum agama tentang sistem politik tidak boleh diterapkan.

Saatnya Pilih Yang Menerapkan Syariat Islam

Dari Fakta yang telah terjadi dilapangan, jelas bahwa pesta demokrasi hanya di desain untuk memilih dan mengganti orang-orang yang ada di parlemen dan pemerintahan. Tak ada perubahan ketika mobil rusak hanya di ganti sopir saja, tapi harus di ganti dengan mobilnya. Fakta yang terjadi saat ini hanyalah pergantian orang dari generasi ke generasi; hanya peralihan rezim yang satu ke rezim yang lain.

Sejarah panjang bangsa ini seharusnya menjadi pelajaran bagi rakyat, bahwa untuk perbaikan Indonesia ke depannya tak cukup sekedar mengganti orang, para agen perubahan harus memiliki visi yang besar dalam melakukan perubahan.

Dan apakah calon paslon 01 dan 02 yang akan di pilih rakyat sudah mempunyai visi besar untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah?
Jika ada, silahkan pilih yang menerapkan Islam secara kaffah.[MO/vp]

Posting Komentar