Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

    Mediaoposisi.com-  Bawaslu menerima informasi dugaan soal bagi-bagi duit sebelum Pemilu 2019 di Kabupaten Gianyar. Informasi ini masih ditelusuri Bawaslu.

"Itu bukan temuan ya, itu informasi yang diberikan masyarakat ke kita berkaitan dengan adanya penyebaran amplop yang singgah ke masyarakat," kata Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan ketika dimintai konfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Seolah-olah semua di rencanakan. Money politics menjadi alat pemimpin menyuap masyarakat untuk menambah suara pemilih terhadapnya. Mari kita berkaca haruskah pemimpin Negeri ini di pilih berdasarkan sebuah sogokan ?

Masa tenang hanya di jadikan ajang pemberian money  politics. Jika mengatakan bahwa Bawaslu akan menindak lanjuti kejadian seperti itu, faktanya tidak semuanya. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Kabupaten  Gianyar melainkan di beberapa daerah.

Faktanya Bawaslu hanya menindak lanjuti seperti di daerah kabupaten Gianyar, namun mengabaikan di beberapa titik di Indonesia. Seolah money poitics menjadi agenda wajib dalam mensukseskan pilpres dan pemilihan lainnya.

Ironisnya mereka dengan bangga mengatakan bahwa pemilihan ini murni tanpa ada money politics, namun realita tak semanis ucapan. Dambaan kepada pemimpin yang jujur dan mau menerapkan aturan Allah sangat di nanti ummat.

Bukti di beberapa daerah ini tidak mungkin di jalankan oleh tim sukses selagi tidak ada dukungan dari si calon presiden. Memang ironis namun inilah realita yang ada.Seperti ini kah pemimpin yang kita harapkan ?

Dimana ada uang maka keinginan akan terwujud, inilah aturan tetap yang ada di Indonesia. Selagi yang memegang adalah pemodal maka semuanya akan mudah termasuk dalam menduduki kekuasaan.

Mereka hanya akan melakukan pencitraan di hadapan masyarakat namun busuk di belakang. Ingatlah selama aturan itu tetap sama maka jika melakukan pergantian pemimpin tidak akan menghasilkan perubahan signifikan.

Karena sudah jelas aturan yang di pakai tetap sama, maka rakyat harus melek dan sadar problem utama Negeri ini. Kemaslakhatan tidak akan di dapat selama rakyat tetap mengagung-agungkan sistem yang kufur ini.

Kemaslakhatan itu akan di dapat jika manusia kembali kepada aturan Allah sebagai pencipta dan pengatur. [MO/ra]

Posting Komentar