Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- Menjadikan rakyat sejahtera dengan tersedianya lapangan pekerjaan dan terjangkaunya bahan kebutuhan pokok adalah kewajiban negara. Pendidikan gratis dan juga biaya layanan kesehatan adalah mimpi setiap orang.

Rasa aman terjamin karena tegaknya keadilan hukum. Sungguh itu yang diinginkan rakyat saat ini. Rakyat tidaklah menuntut terlalu banyak. Jangan itu semua dijadikan slogan dan janji manis yang diucapkan saat menjelang pemilu padahal itu adalah kewajiban negara yang harus ditunaikan jika tidak dosa besar yang akan dipikul oleh pemimpin yang dzalim pada rakyatnya dan ingkar pada semua janjinya.

Harusnya rakyat tidak perlu galau dengan melonjakkanya kebutuhan pokok. Akankah kartu sembako murah bisa menyelesaikan seluruh masalah rakyat yang mengeluh karena meroketnya kebutuhan pokok?

Kartu sembako mungkin hanya bersifat sementara dan juga tidak berlaku semua orang. Dan yang lebih parah sering salah sasaran. Sungguh ini bukan penyelesaikan untuk menjaga harga kebutuhan pokok untuk seluruh rakyat.

Semua rakyat berhak menikmati sembako murah secara wajar saat mereka membeli dipasar. Bukan ditempat tertentu dan itupun tidak berlangsung lama karena tidak adanya dana untuk mensubsidi sembako murah atau jika dipaksakan hutang luar negeri semakin menumpuk. Kartu sembako murah hanya slogan dan janji manis menjelang pemilu.

Pendidikan dan biaya layanan kesehatan gratis hanyalah solgan dan janji manis namun tidak pernah akan terealisasi dalam sistem demokrasi ini. Semuanya adalah mimpi dan ilusi yang tidak akan terjadi. Padahal itulah yang dibutuhkan rakyat dan menjadi hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkwalitas dan layanan kesehatan yang terbaik.

Kewajiban negara untuk mewujudkannya. Pendidikan diperlukan agar mereka punya kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang baik sehingga mereka bisa hidup layak. Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh negara.

Rakyat harus sehat agar bisa menjalani kehidupan mereka dengan baik. Saat sakit mereka tidak bisa bekerja ditambah biaya rumah sakit yang mahal membuat mereka semakin terjepit. Keluar rumah sakit tidak jadi sehat tapi tambah sakit memikirkan belitan hutang untuk membayar biaya rumah sakit.

Rakyat butuh biaya layanan kesehatan gratis bukan dipaksa ikut asuransi kesehatan. Negara abai
dan tidak perduli kebutuhan dasar rakyaynya dengan menyerahkan pada swasta yang ingin cari keuntungan. Hidup rakyat susah akan semakin susah karena negara abai pada kewajibannya.
Jangan hanya slogan dan janji manis yang ditebar menjelang pemilu.

Tersedianya lapangan pekerjaan untuk usia produktif adalah kewajiban negara bukan hanya slogan dan janji manis saja. Banyaknya pengangguran akan menimbulkan banyak masalah sosial, tingginya angka kriminalitas.

Usia produktif yang bisa mendorong tumbuhnya perekonomian tidak bisa diberdayakan karena tidak tersedeianya lapangan pekerjaan atau rendahnya sumber daya manusia di usia prosuktif. Ini adalah kewajiban negara untuk mengoptimalkan usia profuktuf agar berdaya guna.

Dalam siatem Islam, semua kebutuhan dasar akan dijamin oleh negara bukan hanya sekedar
slogan dan janji, tapi sudah terbukti nyata dalam fakta sejarah. Negara berkewajiban mengurusi
urusan rakyat agar mereka hidup sejahtera dengan terjaminnya semua kebutuhan dasar
rakyatnya.

Rasa aman juga dijamin untuk semua rakyat dengan tegaknya hukum yang tidak pandang bulu. Tugas negara juga mendidik rakyatnya agar mempunyai akhlak yang baik. Menjadi pemimpin negara sangatlah berat jika tidak kuat tidak usah mancalonkan diri lagi mumpung masih belum terlambat. [MO/ra]

Posting Komentar