Gambar: Ilustrasi
Oleh: Ammylia Rostikasari, S.S. 
(Komunitas Penulis Bela Islam)

Mediaoposisi.com-Tokoh umat Islam yang juga mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Ustaz Bachtiar Nasir menepis tudingan isu khilafah yang berada di kubu paslon capres dan cawapres nomor urut 02.

Beliau juga meminta semua partisipan kampanye di Gelora Bung Karno untuk merekam pernyataannya dan memviralkannya (suara.com/7/4/2019).

Perbincangan terkait khilafah dari ke hari kian naik daun. Baik yang mencitrakannya bagai monster juga yang berupaya mengenalkan konsep aslinya sebagai bagian dari ajaran Islam.

Khilafah bukanlah sebuah ideologi. Khilafah merupakan sistem pemerintahan dalam Islam. Adapun kegiatan menerapkan syariah Islam secara komprehensif adalah pemegang tugas di bawah pimpinan yang disebut khalifah.

Khilafah merupakan satu-satunya metode untuk membumikan syariat Islam secara kaffah. Khilafah berdiri dengan landasan ideologi Islam yang berasaskan akidah Islam. Fungsinya, selain menerapkan syariah Islam kaffah juga sebagai penjaga akidah umat dan pengemban dakwah juga jihad fisabilillah.

Berjayanya khilafah pernah tergores dalam tinta emas sejarah. Khilafah mampu bertahan lebih dari 13 abad lamanya. Kesuksesan khilafah dalam melahirkan peradaban mulia telah diakui dunia. Ini juga yang diungkapkan Will Durant dalam The Story of Civilization.

Begitu panjang lebar ilmuwan asal Inggris ini mengungkapkan tentang Khilafah yang mampu menjamin keamanan dunia. “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para khalifah juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah, dan seni mengalami kejayaan luar biasa; yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.”

Selain itu, khilafah begitu apik dalam menyatukan umat manusia, meski keberadaannya ada di berbagai negeri. Bahkan benua yang berbeda dan dengan keberagaman yang ada, umat tetap bersatu padu dalam naungannya.

“Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari China, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah membentuk cita-cita mereka, menguasai akhlaknya, membentuk kehidupannya, dan membangkitkan harapan di tengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka sehingga jumlah orang yang memeluknya dan berpegang teguh padanya pada saat ini (1926) sekitar 350 juta jiwa. Agama Islam telah menyatukan mereka dan melunakkan hatinya walau ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik di antara mereka.”

Bukan hanya itu, khilafah pun telah mampu menciptakan kemajuan ekonomi serta mampu menjamin kesehatan masyarakat dengan sangat mudah dan murah bahkan tak berbayar. Hal demikian karena pengelolaan sumber daya alam dikelola mandiri oleh pemerintah. Pemasukan negara didapat melimpah dari hasil jihad juga zakat, bukan dari pajak mencekik seperti negara yang berasaskan kapitalisme-sekularisme.

Pada masa pemerintahan Abdurrahman III, pendapatan negara diperoleh 12.045.000 dinar emas (1 dinar=4,25 gr emas). Diduga kuat bahwa nominal pendapatan khilafah melebihi pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan.

Begitu juga fasilitas rumah sakit Al-Bimarustan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus (1160) telah bertahan 3 abad lamanya. Rumah sakit itu terdapat tempat penyediaan perawatan pasien bahkan tanpa bayaran dengan fasilitas obat secara gratis.

Potret gemilang ini sungguh bukan bualan. Terwujud kala syariah Islam diterapkan secara kaffah. Pengelolaan negara akan sangat baik jika hanya bersandar pada syariat Islam. Dengan memperjuangkannya, insya allah maslahat bagi umat. So, menegakkan Khilafah, Why Not? Semakna dengan memperjuangkan kemuliaan Islam. Wallahu’alam bishowab.  [MO/ms]

Posting Komentar