Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut sejumlah contoh hoaks atau berita bohong yang menyebar sepanjang Maret. Salah satunya adalah soal legalisasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

"MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan. Ini beberapa dari ratusan hoaks sepanjang Maret 2019," ujar Jokowi, melalui akun Twitter-nya, Selasa (2/4).

Cuitan ini perlu di pertanyakan. Mengapa demikian ?

Terkait contoh LGBT dan aborsi yang di anggap legal serta pengesahan RUU. Semua itu berkaitan, penguasa boleh berbicara ini itu yang tidak sejalan dengan realita. Namun pemerintah abai dengan kehancuran realita, faktanya LGBT sudah menjamur di beberapa tempat. Pengusung yang berusaha melegalkan semua itu juga bermuara darinya.

Apakah penguasa mengatasi problem itu ? Faktanya tidak.

Justru penguasa mengusung bahwa itu HAM. Penjelasan secara nalar dan kesehatan ujaran seperti itu tidak layak. Mengapa ? Sudah jelas itu sebuah kerusakan dan virus berbahaya tapi tetap saja di pelihara.

Kemudian aborsi itu tetap ada. Justru ungkapan di atas menggambarkan bahwa pemerintah abai terhadap rakyatnya. Namun menyediakan fasilitas yang mendukung terjadinya aborsi tersebut.
Ironisnya MUI yang di anggap sebagai panutan karena banyak para ulama di dalamnya terjadi kerusakan yang luar biasa. Keputusan-keputusan yang di berikan hanya menguntungkan pihaknya bukan di dasarkan pada hukum syara’.

Tak perlu banyak bicara, fakta sudah berbicara. Bukan rekayasa maupun hoaks.
Mau memberikan dalih apalagi “ Wahai Para Penguasa ? “

Tak cukupkah dengan ujaran seperti itu anda lontarkan di muka public ?

Anda mengatakan bahwa 4,5 tahun menjabat selalu diam, selalu sabar, selalu di fitnah.
Maka perlu saya tanyakan !! Apakah anda mendengar kritikan rakyat ? Apakah anda merubah diri menjadi lebih baik lagi ? Apakah anda mikir atas semuanya ?

Jawabannya tidak, karena sampai detik ini anda abai terhadap rakyat !!
Anda membungkam orang-orang kritis !!
Anda tidak pernah memikirkan rakyat !!
Bukan rakyat yang mendzolimi anda, tapi anda yang mendzolimi rakyat !!

Semua itu memang tidak pernah terpublis, Mengapa ? Seperti ucapan Rocky Gerung bahwa faktanya pemerintah menguasai intelijen, data statistic, dan media.

Sehingga jelas penguasa dengan mudahnya mengendalikan dan berbohong kepada rakyat.
Layakkah kita diam ? Layakkah kita sabar atas kedzaliman ini ?

Maka sadar dan bangkitlah Saudaraku !! [MO/ra]

Posting Komentar