Oleh : Nusaibah Al Khanza 
( Pemerhati Masalah Sosial )

Mediaoposisi.com-Khilafah lagi hits. Itulah ungkapan kekinian untuk menggambarkan bagaimana fenomenalnya Khilafah.

Dari kalangan biasa hingga kalangan sarjana. Mulai warga desa sampai warga ibu kota. Bahkan rakyat jelata hingga pejabat negara. Semua bicara tentang Khilafah. Meskipun masih terjadi pro kontra dalam metode penegakannya. Namun semua sepakat bahwa Khilafah adalah ajaran Islam.

Hal ini menunjukkan bahwa Khilafah sudah menjadi opini umum. Mayoritas masyarakat sudah paham bahwa Khilafah adalah ajaran Islam yang tak perlu untuk ditakuti, apalagi diresahkan.
 
Sebagaimana yang diungkapkan oleh mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin yang  menilai Khilafah merupakan salah satu bagian dari ajaran Islam yang berasal dari Alquran.

“Khilafah itu, ajaran Islam yang tak perlu ditakuti," kata Din usai pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya di Jakarta Selatan," Sabtu (3/11).

Ungkapan tersebut sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa Allah akan memberi kemenangan berupa tegaknya kembali kekhilafahan kepada orang yang beriman dan beramal shalih. Firman Allah yang termaktub dalam surat Annur ayat 55 tersebut menunjukkan bahwa Khilafah adalah wa'dullah ( janji Allah ).

Selain itu, Khilafah   merupakan bisyarah ( kabar gembira ) dari Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasalam. Dimana sabda Rasul bukanlah ucapan yang berdasarkan nafsu beliau, namun ucapan beliau yang berasal dari wahyu Allah.

Rasulullah bersabda : “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.

Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,” (HR. Imam Ahmad).

Jelas sekali bahwa Khilafah adalah sebuah fase yang pasti akan tiba waktunya. Dalam hadist di atas disebutkan bahwa sebelum tiba fase Khilafah ala minhajinnubuwah, maka akan ada fase pemimpin dzalim dan diktator.

Kezaliman pemimpin-pemimpin dunia saat ini terutama pada kaum muslimin adalah tanda semakin dekatnya fase Khilafah akan tiba. Namun apakah umat Islam cukup dengan diam untuk menunggu kedatangannya? Tentu tidak.

Ibarat orang makan nasi, nasi tidak akan meluncur sendiri ke mulutnya tanpa ada usaha orang tersebut mengambil nasi  dengan tangannya. Begitu juga dengan kedatangan Khilafah, harus dijemput dan diperjuangkan.

Tinggal kita, mau memperjuangkannya atau tidak. Menjadi pejuangnya, penontonnya atau bahkan penghadangnya adalah sebuah pilihan. Dimana semua pilihan itu kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah pada hari perhitungan.

Umat Islam yang memilih ikut andil dalam perjuangannya menegakkan kembali Khilafah bertujuan agar hukum Allah dapat diterapkan secara sempurna. Harus meneladani metode/ thariqoh Rasulullah. Dengan dakwah pemikiran, bukan dengan kekerasan dan bukan dengan merebut kekuasaan.

Dengan memahamkan umat akan kewajiban menerapkan Islam secara kaffah. Menjelaskan kepada Umat bahwa Islam adalah problem solving dari setiap problematika dunia yang kian kompleks.

Memahamkan umat bahwa aturan selain Islam yang saat ini diterapkan hanya menyebabkan berbagai kerusakan di segala bidang kehidupan. Karena dibuat oleh manusia yang merupakan makhluk lemah, lebih besar menggunakan nafsunya, terbatas dan butuh pada yang lain.

Umat dipahamkan bahwa Islam adalah seperangkat aturan yang sempurna karena dibuat oleh Allah Al-khaliq dan Al-mudabbir ( maha pencipta dan pengatur ). Islam mengatur segala aspek kehidupan baik tentang makanan, pakaian, akhlak, muamalah ( interaksi dengan sesama manusia ) maupun tentang sanksi/uqubat.

Allah berfirman : "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)

Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam melakukan dakwah ( amar ma'ruf nahy munkar ) agar aturan Allah dapat tersampaikan dan terlaksana.

dakwah itu tidak bisa dilakukan secara individu, namun harus berjamaah yaitu dengan cara bergabung dengan kelompok dakwah yang menyeru pada penerapan syariah dan Khilafah.[MO/ad]

Posting Komentar