Oleh: Mariyatul Qibtiyah, S.Pd

Mediaoposisi.com-Dalam Debat Capres-Cawapres yang terakhir, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengaku heran ketika ada oknum pendukung Jokowi yang melontarkan fitnah mengenai dirinya. Ia disebut sebagai pendukung khilafah. Dia bertanya apakah Jokowi mengetahui ada pendukungnya yang kerap melontarkan tuduhan tak tepat. "Saya dituduh seolah-olah mendukung khilafah, saya seolah-olah akan melarang tahlilan,” katanya. “Ini tuduhan yang tidak masuk akal,” tegasnya. (JawaPos.com, 14/ 04/ 2019)

Ungkapan Capres 02 tersebut mengungkapkan kekhawatiran sebagian masyarakat akan khilafah. Kekhawatiran yang dilandasi oleh ketidakpahaman mereka terhadap khilafah. Mereka berpikir bahwa jika sistem khilafah diterapkan, maka masyarakat akan dipaksa untuk mengikuti semua ketetapan negara.  Akibatnya, tidak ada kebebasan bagi masyarakat untuk beribadah dan memeluk agama, termasuk dalam masalah fiqhiyah.

Padahal, khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Sedangkan Islam adalah agama yang membawa kebaikan bagi semua. Penerapannya akan membawa kemaslahatan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Hal itu dibuktikan dalam sejarah peradaban Islam. Sepanjang penerapannya, sejak masa kenabian hingga masa kekhilafahan yang terakhir, yaitu khilafah Turki Utsmani, Islam senantiasa menghargai keberagaman. Khilafah menghargai pluralitas. Karenanya, sistem khilafah mampu bertahan hingga sekitar 12 abad lamanya dan menguasai hampir 2/3 wilayah dunia. Berbagai suku bangsa dan agama hidup damai dan sejahtera di bawah naungannya.

Hal itu karena kekhilafahan Islam tidak pernah memaksa warga negaranya untuk memeluk Islam. Karena Islam melarang untuk memaksakan agama kepada orang lain. Allah Swt berfirman:

لا اكراه فى الدين
"Tidak ada paksaan dalam agama."

Karena itu, pada saat Nabi Muhammad Saw berhasil mendirikan daulah Islam yang pertama, beliau membiarkan kaum Yahudi di Madinah tetap dalam agama mereka. Rasulullah Saw hanya mengikat perjanjian dengan mereka yang dituangkan dalam Piagam Madinah. Begitu pula sikap beliau kepada kaum Nasrani. Beliau tetap membiarkan kaum Nasrani dengan agama mereka dan hanya mengikat perjanjian dengan mereka. Ibnu Jarir Ath-thabari dalam sirahnya menyebutkan salah satu perjanjian Rasulullah dengan kaum Nasrani Najran. 

Dalam perjanjian itu tertulis: "Bagi penduduk Najran dan wilayah persekutuannya berada di sisi Allah dan menjadi tanggungan Nabi Muhammad atas jiwa, agama, tanah, harta, yang ghaib dan yang tamlaj, para keluarga dan pengikut mereka ... dan pada seluruh apa yang ada di tangan mereka, baik sedikit maupun banyak (seperti yang dikutip dalam As-sirjani, 2011, hlm. 161).

Para khalifah sepeninggal beliau juga mengikuti langkah beliau. Mereka tidak pernah memaksakan Islam kepada penduduk negeri yang bergabung dengan khilafah Islam. Saat khalifah Umar bin Khaththab berhasil memasukkan Palestina ke dalam naungan khilafah, beliau juga melakukan perjanjian dengan mereka. 

Beliau memberikan amnesti dan hak istimewa kepada kaum Nasrani yang bertempat tinggal di Palestina. Tempat ibadah mereka tidak boleh dirusak oleh siapa pun (hlm. 102).
Dalam Islam, hak beragama kaum minoritas tetap diakui. Memang, mereka harus mengikuti aturan Islam dalam hal yang terkait dengan muamalah. Namun, mereka bebas menjalankan aturan agama mereka dalam masalah ibadah, makanan, dan pakaian.

Jika dalam memeluk akidah saja tidak dipaksa, terlebih lagi dalam masalah furu' atau cabang. Selama masih berlandaskan pada Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya, negara tidak akan memaksakan penerapan satu mazhab tertentu dalam ibadah. Kecuali jika hal itu dibutuhkan dalam rangka menjaga kesatuan umat.

Karena itu, tidak ada alasan untuk takut atau pun khawatir bila khilafah diterapkan. Betapa pun, khilafah adalah ajaran Islam yang berasal dari Sang Pencipta manusia, Allah Swt. Karena berasal dari Sang Pencipta, tentu khilafah adalah sistem yang paling tepat dan layak bagi manusia. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang akan membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Khilafah juga merupakan satu-satunya sistem yang akan menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wallaahu a'lam[MO/vp]

Posting Komentar