Oleh : Arum Mujahidah
(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Mediaoposisi.com-Detik-detik menjelang gong pemilu ditabuh semakin mencengangkan hati. Bagaimana tidak, berbagai peristiwa terjadi mulai dari yang membuat hati tersakiti sampai kepada yang paling mengharukan. Kedua Capres baik 01 dan 02, keduanya hampir telah menunjukkan karisma aslinya. Berbagai dukungan mengalir semakin menunjukkan siapa dibelakang mereka sebenarnya. Kedua kubu makin sengit mendulang kepercayaan sebelum hari penentuan itu digelar.

Setelah kubu 02 berhasil memutihkan GBK pada Minggu, 7 April 2019 di mana kampanye dikemas dengan sangat apik. Acara yang diawali dengan shalat subuh bersama, shalawat,  baru kemudian agenda inti dari kampanye itu membuat berjuta mata menyaksikan bahwa Prabowo benar-benar meimiliki komitmen tinggi untuk memimpin bangsa ini.  Dalam sambutannya, Prabowo disambut riuh teriakan takbir oleh berjuta pendukung yang secara sukarela datang karena panggilan hati.

Yang paling menggetarkan beberapa hari setelahnya, pada  Kamis, 11 April 2018, Capres Prabowo secara langsung bertemu dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) secara eksklusif. Menariknya, pertemuan disiarkan dalam stasion televisi. Hasilnya, Ustadz yang dikenal sangat hanif dan memiliki banyak jamaah itu meridhoi Prabowo untuk memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan. 

Pesan ini dinyatakan secara religi dengan untaian tausiah yang sangat meluluhkan hati. Tidak hanya itu, jatuhnya pilihan UAS pada Prabowo adalah pilihan berdasarkan mata hati yang bersih, tak tercampur dunia ataupun harta. Sehingga, siapapun yang menyaksikan dan mengetahui akan semakin mantap menambahkan hati pada Capres yang berlatar belakang militer ini.

Sontak saja, hal tersebut membuat pamor Prabowo semakin meningkat di mata masyarakat. Sementara Kubu 01 bagaikan cacing kepanasan di siang bolong. Bagaimana tidak, sesaat sebelum wawancara eksklusif Prabowo dan UAS tersiar kabar adanya surat suara yang telah tercoblos 01 di negeri sebrang. Padahal, pemilu belum dimulai. Namun kubu 01 sepertinya telah mencium aroma kekalahan sehingga melakukan berbagai cara untuk mengatasinya.

Tidak hanya sampai disitu, kubu 02 semakin kuat posisinya di saat kubu 01 terseok-seok menata harga diri di mata masyarakat. Ustadz Adi Hidayat (UAH), ulama Muda Kondang yang terkenal dengan kecerdasannya juga secara langsung turut mendoakan Prabowo untuk menjadi RI 1 periode selanjutnya. Hal ini tentu semakin memberatkan bantul timbangan plihan ke kubu 02.  Bahkan sesaat setelahnya, ustadz kalem dan penuh karismatik Aa Gymnastiar pemimpin Pesantren Darut Tauhid Bandung juga secara nyata menyatakan dukungannya kepada Prabowo. Lengkap sudah kekuatan 02 untuk membuat 01 kalah tak berdaya.

Sepertinya, pukulan telak ke kubu 01 oleh Prabowo mengenai sasaran secara tepat. Meskipun pertemuan-pertemuan itu seakan terjadi secara alami, bahkan terkesan jawaban dari hati masyarakat selama ini. Dengan kata lain, Prabowo tak pernah menyangka dirinya akan mendapat ridho dari para ulama-ulama besar tersebut. Selanjutnya dukungan UAS, UAH, dan Aagy cukup untuk meredakan kebimbangan masyarakat Indonesia yang selama ini masing bimbang dalam memilih, semakin memantapkan yang mulanya ragu pada 02 untuk menguatkan pilihannya, sekaligus menarik simpati pemilih 01 untuk berpikir dua kali.

Dan hari ini Sabtu, 13 April 2019 Jokowi berusaha membangun simpati di GBK dengan orasinya. Akan tetapi, cukupkah hal itu menandingi rekam jejak Prabowo yang telah terlanjur mendominasi simpati ? Ah, sepertinya sulit sekali karena jika UAS, UAH, dan Aa Gym telah meridhoi, izin umat melabuhkan hati.

Posting Komentar