Oleh: Lilih Solihah
(Ibu Pemerhati Generasi)

Mediaoposisi.com-Baru-baru ini tersiar kabar di Pare-pare, MT mantan Kepala Sekolah di kabupaten Soppeng ditangkap Polisi, MT yang bekerja di Dinas Pendidikan diduga telah mencabuli 14 anak, kata Kasatreskrim Polres Soppeng AKP Riyanto Dwi Poernomo (detikcom, Minggu14/4/2019).

Tidak hanya di Kabupaten Soppeng, Polisi pun menyelidiki kasus belasan bocah di Garut yang diduga ketagihan sex menyimpang karena nonton video porno. Unit Perempuan dan Anak (PPA) satreskrim Polres Garut Jawa Barat dikerahkan untuk mengungkap kasusnya. (vivanew.com Minggu14/4/2019).

Sungguh ironis di tengah-tengah negara yang sedang maju dalam hal teknologi dan pendidikan, kindisi generasinya justru terancam kehancuran moral. Sejumlah kasus mahasiswi dan pelajar yang melakukan sex bebas, aborsi dan pembuangan bayi tak berdosa. Tidak hanya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan komunitas LGBT pun rawan terjadi dan tak tanggung-tanggung grup gay media sosial ini banyak anggotanya bahkan banyak usianya yang masih dibawah umur.

Banyaknya pergaulan bebas yang terjadi telah menghancurkan masa depan generasi muda saat ini maupun generasi muda yang akan datang, dan kerusakan generasi muda saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pesatnya perkembangan teknologi yang mudah di akses, seperti internet, televisi, media sosial yang memberikan banyak kemudahan penyebaran informasi tapi ternyata bisa membawa pengaruh buruk atau rusak bagi masyarakat terutama generasi muda. Karena teknologi saat ini bisa bernilai positif namun juga bisa membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Kondisi kerusakan generasi saat ini tentu tidak lepas dari pengaruh paham liberalisme ala barat, paham yang mengajarkan generasi muda untuk bebas berbuat apapun tanpa mempertimbangkan aturan agama, sehingga mereka bisa dengan bebas mengambil gambar, mengirim, menyebarkan video apapun lewat media sosial. Adapun faktor lain yang membuat generasi rusak adalah siatem kapitalisme yang masih diterpakan di negeri ini.

Dengan melihat kondisi generasi muda saat ini sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius bagi kita semua, baik orang tua, masyarakat maupun negara, karena tentu kita tidak akan rela jika suatu saat nanti kita di pimpin oleh generasi yang rusak.

Berkaca dari banyaknya permasalahan di negeri kita harus ada solusi untuk menyelamatkan generasi dari ancaman liberalisasi. Maka sudah sepatutnya kita menyelesaikannya dengan Islam, karena Islam adalah agama yang sempurna dengan segala peraturan yang ada di dalamnya, Islam merupakan solusi yang tuntas untuk menyelesaikan semua permasalahan kehidupan termasuk masalah liberalisasi yang mengancam generasi.

Dalam Islam hubungan antara laki-laki dan perempuan di atur, masalah tentang pakaian pun dibahas. Islam juga memberikan aturan yang jelas terhadap pergaulan laki-laki dan perempuan. Adapun mengenai teknologi boleh kita memakainya untuk belajar dan hal inipun di atur oleh negara, sehingga masyarakat yang mengakses teknologi tetap terjaga. Maka dengan penerapan hukum Islam secara menyeluruh akan terlahir para generasi yang berkualitas.[MO/vp]

Posting Komentar