Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Kalau ada yang bertanya apa hukum menegakan khilafah ? Jelas, jawabnya wajib. Sudah banyak yang mengupas dalil dan argumentasinya. Kesimpulannya, khilafah hukumnya wajib. Bukan Sunnah, bukan mubah, bukan makruh apalagi haram.

Namun, pertanyaan selanjutnya bagaimana mendirikan khilafah ? Ini butuh pembahasan. Sholat hukumnya wajib, bagaimana mendirikan sholat ? Syariat telah menguraikannya secara rinci, dari berwudlu untuk bersuci menghilangkan hadas, membaca bismilah dan berniat, takbiratul Ihrom hingga salam. Ya, begitulah cara mendirikan sholat.

Nah, untuk mendirikan khilafah itu tidak rumit. Saya, tidak akan merinci mekanisme dan tahapannya. Saya hanya mau menjelaskan prakondisi menuju penegakan khilafah.

Bagaimana cara mendirikan khilafah ? Jawabnya sederhana : sampai mayoritas umat setuju, baik dari kalangan masyarakat biasa hingga pejabat dan para penguasa.

Jika, contoh saja ini, anggota DPR setuju khilafah, Presiden dan para menteri setuju khilafah, para tokoh dan ulama setuju khilafah, insan akademik dan para cendekia setuju khilafah, para jenderal polisi dan militer setuju khilafah, mayoritas masyarakat setuju khilafah, maka pra kondisi ini sudah memenuhi syarat untuk mendirikan khilafah.

Jadi, cara mendirikan khilafah itu adalah dengan membuat mayoritas masyarakat setuju terhadap khilafah. Bagaimana jika belum setuju ?

Nah, disinilah pentingnya dakwah. Aktivitas dakwah ini yang akan merubah pemikiran umat dari tidak setuju menjadi setuju. Dakwah ini jelas harus bersifat pemikiran, intelektual, pemahaman baik akidah hingga syariah.

Merubah orang dari tidak setuju menjadi setuju, itu berarti merubah pemahamannya. Misalnya, pemahaman keliru tentang khilafah. Khilafah dianggap akan menindas, memecah-belah, menghalangi agama lain untuk beribadah, memaksakan agama Islam pada agama lain, menzalimi, Khalifah otoriter, khilafah kuno, khilafah menolak kemajemukan dan kemajuan, khilafah intoleran, khilafah tidak ada dalilnya, dan seterusnya.

Untuk mengubah pemahaman keliru menjadi benar, itu bukan dengan kekerasan, angkat senjata, perang, tetapi dengan dakwah. Dengan diskusi, dengan kajian, dengan argumentasi baik faktual, sejarah, dan lebih penting argumentasi Syar'i.

Mendirikan khilafah itu bukan dengan kekerasan dan senjata. Karena kekerasan dan senjata itu tidak akan mungkin merubah pemahaman umat dari tidak setuju menjadi setuju pada khilafah.

Sama persis ketika Rasulullah SAW mengutus Mus'ab Bin Umair berdakwah ke Madinah. Mus'ab membuat masyarakat Madinah setuju dan mendukung mendirikan negara yang akan dipimpin Rasulullah itu dengan dakwah, bukan dengan kekerasan dan senjata.

Mulanya Mus'ab mendidik masyarkat Madinah yang terdiri dari Suku aus dan khadzrat agar berakidah Islam. Mengimani Allah SWT, mengimani Nabi SAW, dan seterusnya. Kemudian, Mus'ab menjelaskan syariat serta kewajiban menerapkannya.

Setelah masyarakat Madinah setuju untuk ditegakkan Daulah Islam yang pertama, Nabi SAW hijrah ke Madinah, dan dibaiat menjadi kepala negara, maka demi hukum berdirilah Daulah Islam yang pertama di Madinah.

Nah, untuk mendirikan khilafah itu sederhana. Yaitu, dengan membuat masyarakat setuju pada khilafah.

Jika anggota DPR setuju khilafah, Presiden dan para menteri setuju khilafah, para tokoh dan ulama setuju khilafah, insan akademik dan para cendekia setuju khilafah, para jenderal polisi dan militer setuju khilafah, mayoritas masyarakat setuju khilafah, maka negeri ini tinggal memilih seorang laki laki, muslim, dewasa, berakal, merdeka, adil dan memiliki kemampuan untuk memimpin negara, untuk dibaiat sebagai Khalifah yang pertama dari negara khilafah Rasyidah yang kedua.

Selanjutnya, negeri ini tinggal mengumumkan kepada dunia internasional bahwa negeri ini telah mendirikan Daulah khilafah.

Cuma begitu, sederhana bukan ? Mendirikan khilafah itu simple. Cukup dengan aktivitas dakwah membuat orang setuju dengan khilafah. Jadi, sampai kapan khilafah akan tegak ? Sampei mayoritas umat ini setuju. Kapankah itu ? Tergantung Nasrulloh. Kita hanya fokus untuk serius berdakwah untuk memahamkan umat tentang wajibnya dan butuhnya umat akan khilafah.

Jika tahun ini anggota DPR setuju khilafah, Presiden dan para menteri setuju khilafah, para tokoh dan ulama setuju khilafah, insan akademik dan para cendekia setuju khilafah, para jenderal polisi dan militer setuju khilafah, mayoritas masyarakat setuju khilafah, maka tahun ini kita bisa mendirikan khilafah. Sederhana bukan ? []

Posting Komentar