Oleh: Sa’adah, S.Pd 
(Aktivis Islam) 

Mediaoposisi.com-Slogan ‘Indonesia Maju’ yang dicetuskan oleh pasangan calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin merupakan sebuah wujud optimisme. Demikianlah yang disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Erick Thohir dalam Konvensi Rakyat yang mengangkat tema ‘Optimis Indonesia Maju’ di Sentul Internasional Convention Center, Minggu (24/2).

Beliau menuturkan bahwa Pak Jokowi mendengarkan kebutuhan rakyatnya dengan hati yang jujur. Beliau memastikan pemerintah yang berpihak kepada rakyat dan mampu segera mewujudkan program kerja nyata.

Selain itu beliau menambahkan bahwa sosok Jokowi juga merupakan seorang pemimpin yang dapat mewakili segala sisi. Hal itu terlihat dari sikap Jokowi yang dibuktikan dengan rekam jejaknya selama empat tahun memimpin.
         
Selain itu Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengatakan untuk memenangkan pemilihan presiden 2019 perlu memiliki “modal besar”.

“Untuk Indonesia maju, kita harus menang. Untuk menang, kita harus memiliki modal besar,” kata Mairuf Amin saat pidato sebelum membacakan doa penutup pidato kebangsaan calon Presiden Joko Widodo dalam acara Konvensi Rakyat bertema Optimis Indonesia Maju di International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).
         
Menurut beliau pasangan Jokowi-Ma’ruf telah memiliki “modal besar”, yakni berbagai hal yang telah berhasil dicapai oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai landasan kuat dan program-program yang akan ditawarkannya akan menambah kemajuan atas apa yang telah berhasil dicapai oleh pemerintahan selama ini.

Oleh karena itu beliau menuturkan bahwa mereka optimis maju dan menang di depan puluhan riby pendukungnya yang membanjiri Internasional Convention Center, Sentul, Bogor.
         
Kampanye tetaplah kampanye, baik buruk sang calon pemimpin diramu menjadi seolah sebuah kebaikan yang pro prakyat. Begitulah kiranya yang dilakukan oleh ketua tim kampanye paslon nomor urut 01 ini pun paslon manapun yang menginginkan kekuasaan dinegeri ini.

Jika dikritisi tentang apa yang menjadi slogan baru paslon ini jelas merupakan sebuah kemustahilan, karena faktanya Indonesia saat ini mengalami kondisi multikritis yang mengkhawatirkan, apalagi pasca 4 tahun dipimpin oleh paslon nomor urut 01 kondisi itu kian memburuk.

Kondisi multikritis yang mengkhawatirkan ini terjadi akibat negeri kita berkhidmat kepada sekulerisme dan demokrasi yang faktanya merupakan momok menyeramkan, sistem warisan penjajah, sumber keterpurukan umat.

Adapun statement dari wakil calon presiden nomor urut 01 jelas itu semua tidak lebih dari hoax, karena pada faktanya modal besar yang dimaksud sama sekali tidak mensejahterakan rakyat, justru merugikan rakyat dan sebaliknya malah mensejahterakan para asing dan segelintir orang yang memiliki kepentingan saja.
         
Indonesia akan maju dan bangkit kembali pada jatidirinya sebagai umat islam dengan hanya menerapkan sistem Islam dalam kehidupan. Bukan sekedar modal omong besar dan kebohongan semata, namun Islam sebagai ideologilah modal besar kita.

Menjadikan Islam sebagai pengatur berbagai sendi kehidupan, bukan dengan mempertahankan sistem rusak yang menjadi alat pemilik modal besar. Indonesia akan maju dan umat akan sejahtera jika Islam dijadikan sebagai ideologi dalam kehidupan dan sistem kenegaraan dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyyah.[MO/ge]

Posting Komentar