Hasnani, Bidan dan Aktivis Dakwah

Mediaoposisi.com- Tembakan peluru yang begitu brutal. Luka membara di balik senjata api.
Mengintai setiap langkah sasaran.

Meski maut selalu mengintai namun selalu ada pula keyakinan penuh pada-Nya. Kaum muslim kembali merintih di Newzaeland. Pilu dan tangis tak bermakna lagi, ketika shaf-shaf bersholat seketika beruba pula menjadi shaf-shaf  tersholatkan.

Belum sembuh luka di Palestina, Suriah, Uighur, Rohingya dan sekarang kita mendapatkan lagi kabar yang menyayat hati di mana pertumpahan darah terjadi diatas sajadah di Newzaeland.

Seperti yang kita ketahui, telah terjadi penembakan brutal di Mesjid Al Noor, kota Christchurch, dan Mesjid di Linwood Avenue, Selandia Baru Jum’at (15/03/2019) Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, dalam konferensi pers menyebutkan korban tewas dalam serangan Teroris itu mencapai 49 orang.

Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardem telah menyebut penembakan Brutal ini sebagai “serangan teroris” dan mengancamnya.

Bush menjelaskan, 41 diantaranya ditemukan di Mesjid AL Noor yang berlokasi di kawasan Deans Avenue satu lokasi lainnya terletak di Linwood.  Penembakan dilakukan saat jamaah mesjid sedang sholat jum’at teroris berpenampilan kamuflase militer datan dan menembaki jamaah masjid.

Akun facebook seorang tersangka menyiarkan secara livestream saat aksi penembakan yang dilakukannya pada salah satu Mesjid yang diperkirakan diambil menggunakan kamera yang letakkan di kepala, dimulai pukul 01.40 waktu setempat.

Pelaku memainkan lagu sembari menyetir ke arah mesjid, termasuk mars anti Muslim serba yang disebut “Remove Kebab” .

Ketika ia tiba di Distrik Hagley Park di kota Christchurch, para penyerang memarkir mobil dan kemudian membuka bagasi yang menunjukkan gambar beberapa senjata, amunisi, dan juga wadah bahan bakar.

Mengambil dua senjata, yang dua-duanya telah dibubuhi nama dan slogan, ia berjalan ke pintu dan mulai menembak, tayangan livestream itu berakhir 20 menit, tersangka kemudian ditangkap pukul 03.00 waktu setempat.

Pihak kepolisian Selandia Baru telah menahan tiga pria dan seorang wanita setelah pelaku melakukan penembakan di kedua mesjid tersebut. Pria bersenjata itu dikonfirmasi bernama Brento Tarrant (28), yang sebelumnya diketahui menulis manifesto setebal 73  halaman yang menyatakan niat jahatnya.

Apakah mereka merasa bersalah ?
Ketika serangan di mesjid kota Cristchurch berlangsung pada ju’mat, satu pengguna tanpa nama di *chan menyatakan. “serangan ini benar- benar terjadi. Hapus utas ini  atau ini akan menjadi akhir 8pol. Beberapa menit kemudian, pengguna lainnya mengatakan. “tembakan yang bagus”.

Miris, seolah-olah percakapan mereka, melambangkan  betapa bahagianya mereka sebab berhasil menumpahkan darah di atas sajadah. Seringkali mereka menuduh Muslim sebagai teroris padahal merekalah yang sebenarnya teroris. 

Mengapa ini bisa terjadi ?
Tak lama setelah pembantaian di dua mesjid di Kota Christchurch, Anning yang mewakili Negara bagian Queensland di Senat Australia itu, berkomentar lewat serangkaian cuitan di media telegraph jumat (15/03/2019).

“Penyebab terjadinya pertumpahan darah sesungguhnya di jalanan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum muslim fanatik untuk bermigrasi ke Selandia Baru”.

Dilihat dari beberapa komentar Anning, tentang pembantaian di dua  Mesjid di Kota Christchurch, sangat jelas bahwa Anning menyalahkan kaum Muslim dengan alasan tingginya Imigrasi yang dilakukan oleh kaum Muslim di Selandia Baru dan ia apalah daya di saat orang yang berkulit putih membunuh kaum Muslim, yang disalahkan adalah umat Muslim itu sendiri.

Kenapa bisa mereka takut kepada umat Muslim. Ia begitulah watak dari Islam phobia, yang prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Mereka seringkali menuduh Muslim sebagai teroris padahal merekalah yang sebenarnya teroris.

Kenapa bisa mereka phobia terhadap Islam, ia tentu saja karena Sistem yang di gunakan sekarang bukanlah Sistem yang menerapkan Syariat Islam. Jadi kita sebagai umat Islam tidak perlu heran dengan pemikiran mereka tentang Islam.

Apa Solusi Dari Permasalahan Umat Islam Di Zaman Millenial Ini?
Dengan apa yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia, umat membutuhkan Khilafah yang di pimpin oleh seorang Khalifah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

“ Imam (khalifah) itu laksana perisai kaum Muslim diperangi (oleh kaum Kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim)”

Apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Diatas dibuktikan dalam sejarah antara lain Khilafah Al-Mu’tashim Billah, yang sukses menaklikkan Kota Amoriyah, Kota terpenting bagi Imperium Romawi saat itu, selain Konstatinopel.

Al-Qasqasyandi dalam kitabnya. Ma’atsir al-Inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota itu pada tanggal 17 Ramadhan 223 H. Diceritakan Bahwa penguasa Amoriyah, salah seorang Raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra. Wanita itu disiksa dan dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta tolong.

Menurut Ibn Khalikan dalam  khalikan dalam  Wafyah al-A’yan, juga Ibn Al-Atsar dalam Al-Kamil fi at-Tariikh, saat berita penawanan wanita mulia itu sampai ke telinga Khalifah Al-Mu’tahsim Billah, saat itu sang Khalifah sedang berada diatas tempat tidurnya. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya seraya berkata “Aku segera memenuhi panggilanmu”.

Tidak berfikir lama, Khalifah Al-Mu’tahsim Billah, segera mengarahkan sekaligus memimpin sendiri puluhan ribuh ribu pasukan kaum Muslim menuju Kota Amuriyah. Terjadilah peperangan sengit.
Kota Amuriyah pun berhasil ditaklukkan. Pasukan Romawi bisa dilumpuhkan.

Sekitar 30 ribu tentaranya terbunuh. Sebanyak 30 ribu lainnya ditawan oleh pasukan kaum Muslim. Khalifah pun berhasil membebaskan wanita mulia tersebut. Khalifah lalu berkata dihadapan wanita tersebut. “ jadilah engkau saksi didepan kakekmu (Nabi Muhammad saw). Bahwa aku telah datang untuk membebaskanmu.

Jadi sangat jelas bahwa umat saat ini sangat membutuhkan khilafah dan juga seorang pemimpin seperti Al-Mu’tashim Billah.

Semoga umat Islam di seluruh dunia segera memiliki pemimpin seperti Al-Mu’tashim Billah yang bisa menyatukan berbagai negeri Islam, menjaga Kehormatan Muslim dan menolong Kaum tertindas. Insya Allah masa mulia itu akan segera ada di tengah-tengah kita sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

“kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode Kenabian”.[MO|ge]

Posting Komentar