Oleh : Marlina

Mediaoposisi.com-Tampaknya profesi sebagai aparat penegak hukum tidak sejalan dengan sikap sesorang sesuai tuntutan pekerjaan. Tidak memberikan teladan yang baik. Seperti yang baru-baru ini terjadi yakni pertengkaran antara salah satu TNI dan dua anggota Polri. (06/03/19)

 Parahnya aksi pertengkaran ini terjadi di jalanan bahkan pemicunya  hanya karena saling memotong jalan ketika berkendaraan lalu terjadilah adu mulut sampai salah satunya merasa tersinggung. Akhirnya terjadilah aksi dorong menorong.

Hanya karena masalah sepele, emosi meledak. Itulah kaula muda sekarang padahal jika mampu mengontrol emosi masalah sebesar apa pun bisa ditaklukkan tanpa emosi.

Jika sudah emosi mengusai diri  tak akan berpikir panjang meski pun dia aparat penegak hukum yang bisa saja dijadikan teladan oleh masyarakat apalagi video perkelahian keduanya sempat viral di dunia maya. Yang artinya jangkauan orang melihatnya pun semakin luas, banyak yang melihat. Tidakkah malu dengan seragam dan pangkat ?

Bukankah Islam sudah memberikan tuntunan seperti sabda Rasulullah  " Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat. [HR. Bukhâri, no. 2457; Muslim, no. 2668; dll]

Lebih baik kita menghindari perdebatan daripada mendapat murka Allah. Menghindari perdebatan dengan mengontrol emosi. Pada dasarnya emosi akan terkontrol ketika kita dekat dan ingat kepada  Sang Pencipta. Berdebat hanya akan memperkeruh suasana hati.

Zaman milenial rupanya salah kecil saja diributkan, debatkan. Harusnya kita berteladan pada sikap tuntunan kita, Rasulullah Saw. Untuk menyebarkan agama Allah saja beliau dibully, difitnah, diludahi bahkan sampai hendak dibunuh padahal yang beliau ajarkan itu kebaikan.

Tapi orang kafir menolaknya dengan keras. Apa yang dilakukan Rasulullah ?  Balas melawan mereka atau justru tetap merangkul mereka. Rasulullah tetap membalas kejahatan dengan kebaikan.

Jika saat itu Rasulullah membalas mereka dengan berdebat hancurlah peradaban ini. Bisa jadi hawa bumi tidak seadem dulu hingga kini. Bisa jadi banyak yang bermusuhan bahkan sampai saling membunuh. Inilah indahnya menjadi umat beragama kita memilki pijakan, aturan yang harus ditaati, tidak melanggar syariat agar bisa mengontrol.

Berdebat. Hanya karena ketidakbisaan diri menaklukkan emosi. Musuh terbesar seorang manusia bukan orang lain atau Allah, tapi diri kita sendiri. Apakah masih ingin dikurung oleh musuh atau melawannya.

Hidup memang tidak semulus film telenova tapi percaya semua yang dihadapi itu ujian dari Allah dalam rangka meningkatkan derajat kita di sisi Allah. Jadi tinggal bagaimana menyikapi untuk terus berada di jalur Syariat. Akan terasa nikmat ketika bisa mengendalikan diri sendiri. Tidak akan ada ruginya berada di jalur Syariat justru akan terasa ringan menjalaninya karena ditemani Allah.

Semoga dari kejadian diatas tidak ada lagi para aparat penegak  hukum yang bertindak sesukanya. Karena secara tidak langsung dari profesi mereka memberikan teladan kepada masyarakat.
Bagaimana masyarakat mau ditegakkan, jika penegak hukumnya seperti itu. Apalagi kejadian ini dikonsumsi oleh warga net yang kadang ada segelintir dari mereka yang haus panutan.

Pertengkaran berawal dari perdebatan adu mulut karena masalah sepele. Hal ini bisa dikendalikan dari  mulai mengendalikan diri sendiri, melawan musuh terbesar dengan tetap dekat kepada Allah sehingga masih berada dalam aturan syariat.

Ketika bisa mengendalikan diri sendiri masalah seberat apa pun bisa dihadapi dengan tenang tanpa ribut-ribut. Masalah yang diselesaikan secara terkendali tentunya sangat berdampak positif, tidak melebar kemana-mana dan tidak banyak yang turut serta yang kadang bisa memperkeruh suasana.

Posting Komentar