Oleh: Sinta Rachmawati
(Aktivis dakwah Islam)

Mediaoposisi.com-Gelombang Korea (Korean wave/Hallyu) masih terus melanda dunia. Korea foundation merilis jumlahnya melebihi 70 juta orang dan akan terus meningkat seiring popularitas boyband BTS di kancah internasional. BTS adalah grup yang paling digemari fans K-Pop (musik korea), termasuk di Indonesia. Terbukti #BTS menjadi tagar nomor satu yang paling banyak digunakan di twitter pada tahun 2018. Bahkan akun fanbase BTS, @ARMYIndonesia masuk dalam 10 akun yang paling sering dibicarakan. Berbicara peringkat, Indonesia menempati posisi 3 negara dengan jumlah terbanyak penggemar BTS.

Siapa penggemar K-Pop di Indonesia?
Bila dicermati dari akun medsos fans K-Pop, generasi milenial nampaknya menjadi basis massa terbesar. Idola K-Pop menyedot atensi yang cukup besar dari generasi muda. Good looking, good voice, good dancing adalah deretan alasan yang biasa dikemukakan. Jika lebih dari 80% penduduk Indonesia beragama Islam, artinya cukup banyak muslim yang menggandrungi K-Pop.
What’s wrong?
Nampaknya tidak bermasalah, ketika generasi muda muslim menggilai K-Pop.“Toh tidak mengganggu orang lain. Tidak ada yang dirugikan. Tiap orang punya pilihan idola”. Benarkah? Salah..

Berapa banyak waktu yang dihabiskan remaja muslimah untuk memantau gerak-gerik idolanya-meskipun sekedar stalking di medsos, uang yang dihabiskan untuk membeli pernak-pernik produk yang dirilis, juga konsentrasi yang terkuras. Padahal, banyak dari mereka yang berada pada usia baligh. Saat ketika hisab dari Allah sudah berjalan.

Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba (di hari Kiamat) hingga dia ditanya: tentang umurnya untuk apa dihabiskan; tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkan ilmu itu; tentang hartanya, darimana dia peroleh dan kemana dia belanjakan; tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR Tirmidzi)

Terlebih, kecintaan terhadap K-Pop mendorong generasi muda muslim untuk mencintai gaya hidup liberal sang artis beserta negara tempat K-Pop berasal, Korea Selatan. Booming Korean Wave berkorelasi dengan meningkatnya penjualan produk fashion, kosmetik serta apapun yang berbau Korea, termasuk peminat belajar budaya, makanan, serta kunjungan ke Korea Selatan. Lantas apa bedanya generasi muslim dengan yang lain?

Sisi Kelam Industri Musik K-Pop
Bisa saja para bintang K-Pop terlihat sempurna. Hampir tidak ada cela. Namun yang tampak belum tentu kejadian yang sesungguhnya. Situs Guardian menurunkan artikel tentang sisi lain industri musik K-Pop. Artikel tersebut ditulis setelah kejadian bunuh diri yang dilakukan Jong Hyun, vokalis utama boyband Shinee yang sangat terkenal pada masanya. Tekanan untuk tampil tanpa cacat, tuntutan tinggi pekerjaan menimbulkan depresi yang luar biasa hingga dorongan untuk mengakhiri hidup. Disebutkan bahwa bintang K-pop menjadi sasaran kompetisi berat, pelatihan bertahun-tahun, dengan setiap aspek kehidupan mereka - dari gaya musik dan mode hingga pola makan dan bahkan penggunaan ponsel - didikte oleh agensi manajemen secara ketat.

Pada tahun 2009, aktor Park Jin-hee menuliskan tesis yang menyatakan 40% dari aktor Korea Selatan telah mempertimbangkan bunuh diri setidaknya sekali karena kurangnya privasi, intimidasi online, pendapatan tidak stabil dan ketakutan bahwa bakat mereka tidak dihargai oleh industri atau publik. Tekanan yang sangat intens dapat ditemukan di setiap sektor masyarakat Korea Selatan, mulai dari sistem pendidikannya yang sangat kompetitif hingga budaya perusahaan yang memiliki sedikit toleransi terhadap kegagalan - faktor yang menurut para ahli berkontribusi pada tingkat bunuh diri tertinggi di dunia industri. Maka, apa yang dapat dibanggakan?

Back to Muslim Identity
Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai..." (HR. Muslim)
Terang bahwa, urusan kecintaan pada figur tertentu bukan sekedar urusan pribadi yang bersifat duniawi. Tetapi berdampak sampai kehidupan abadi, akhirat.

Saatnya generasi muslim kembali pada identitas islam. Yang menjadikan dunia sebagai lahan amal untuk beribadah. Yang bersemangat memperjuangkan kalimat tauhid “Laa ilahailalloh” tegak di setiap penjuru bumi. Menjadikan alqur’an dan sunnah sebagai pedoman. Serta semata mengidolakan dan meneladani yang dicontohkan Rosul saja .

Oleh karena itu, mari mulai untuk mendalami Islam. Yuk ngaji!![MO/sr]


Posting Komentar