Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-"Iya, aku sudah berazam ingin membulatkan tekat untuk sekali lagi memilih Jokowi. Tapi, begitu teringat Rommy, aku urung memilih Jokowi" Epilog.

Kalimat pembuka diatas, akan banyak menjadi pertimbangan penting bagi pemilih mengembang yang hingga menjelang hari H pemilihan belum menentukan pilihan. Sebab, bagi pendukung Prabowo atau loyalis Jokowi, kasus OTT Rommy tidak menggoyahkan pilihan.

Bagi loyalis Jokowi, yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari, apapun yang terjadi pada Jokowi tidak akan menyurutkan langkah untuk terus berdiri tegak disamping Jokowi. Madep mantep, nderek Jokowi.

Pemilih yang telah taklid buta, hingga jika matanya terbuka melihat Jokowi meniti jalan menuju neraka, niscaya mereka akan tetap mengikutinya. Bagi loyalis Jokowi, tidak ada alasan untuk tidak memilih Jokowi. Semua noda dan kebusukan yang terungkap, akan tetap wangi dalam penciuman loyalis Jokowi.

Lain halnya dengan massa yang masih berfikir, memperhatikan keadaan sekeliling, mengamati berbagai fakta dan peristiwa, tentu setiap daun yang jatuh berguguran akan berpengaruh pada preferensi politik yang diambil. Apalagi, ini peristiwa besar : OTT KPK terhadap Ketum PPP yang juga anggota TKN Jokowi - MA.

Mereka yang memiliki persepsi menilai teman untuk membuktikan kebaikan seseorang, pasti sontak akan berpraduga Jokowi tak jauh beda dengan Rommy. Kenapa ? Biasanya, sifat sahabat tak akan jauh beda dengan sahabatnya.

Naluri ini alamiah terbangun, apalagi sebelumya Jokowi sering berkampanye orang baik pilih orang baik. Hanya koruptor yang tidak mau pilih Jokowi. Setelah Rommy terkena OTT KPK, tentu wajar jika publik bertanya : sebenarnya yang barisan koruptor itu siapa ?

TKN Jokowi ingin menjauhkan asosiasi dan kedekatan hubungan Jokowi - Rommy. Namun netizen, justru memviralkan berbagi pose poto karib antara keduanya. Bahkan, video viral Jokowi dan Rommy satu mobil saat melempar 'bingkisan kehinaan' kepada rakyat, lalu lalang di lini masa.

Akan banyak orang berfikir, Jokowi jangan-jangan 11 12 dengan Rommy ? Boleh jadi, apa yang terjadi pada Rommy adalah fenomena gunung es, yang tidak tampak dan terpendam jauh lebih dahsyat. Dan itu ada disekitar barisan Jokowi.

Pikiran-pikiran ini akan membawa nalar rakyat pada satu kesimpulan : urung memilih Jokowi karena faktor Rommy. Dan ini wajar, sebab PPP juga akan mendapat hukuman yang sama : kader dan caleg PPP urung dipilih karena kasus Rommy.

Ah, sudahlah. Becik ketitik olo ketoro. Kabeh kuwi musti ngunduh uwohing pakerti. []

Posting Komentar