Oleh: Arlianah
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romi terkena operasi senyap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama, Jumat (15/03/2019)

Baca Juga: Teriak Paling Pancasilais, Romi Tokoh Dibalik Jual Beli Jabatan

Beberapa waktu yang lalu dia menyebut kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat ini sedang berlindung di kubu Prabowo karena tidak mungkin memilih no 1 sebab jika itu terjadi tambahlah eksistensi HTI akan semakin tenggelam karena adanya pelarangan.

Berbicara tentang Hizbut Tahrir bahwa ini adalah kelompok penggusung Negara Khilafah yang bertentangan dengan Pancasila seolah-olah Dia tau tentang Khilafah yang diperjuangkan HTI itu.

HIzbut Tahrir menawarkan solusi atas problematika yang menimpa manusia saat ini, yang dominan diskriminatif terhadap kaum muslim. Islam adalah dasar perjuangan Hizbut Hahrir, bahkan metode dakwah yang ditempuh juga berdasarkan metode Rasulullah saw.

Harusnya sebelum menilai tujuan dari hizbut Tahrir, hendaklah mencari tau betul apa yang diperjuangkan oleh kelompok ini sehingga tidak mengalami kekeliruan yang fatal.

Apa yang diungkapkannya, adalah seolah-olah ia adalah manusia yang paling Cinta dengan NKRI dan Pancasila. Namun faktanya, ialah yang menodai nilai-nilai Pancasila bahkan melanggar hukum NKRI.

Menuduh Hizbut Tahrir sebagai kelompok yang akan menghancurkan Indonesia, namun faktanya ialah yang telah mencemari nama baik Indonesia yang jika dibiarkan akan menghancurkan negeri ini.

Hizbut Tahrir adalah kelompk yang memperjuangkan kehidupan Islam sebagai mana perintah Allah untuk berhukum kepada hukum Allah . Dan Khilafahlah yang menjadi Wadah untuk diterapkannya Kepemimpinan sesuai dengan Islam.

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ   ۗ  وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًا

"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

Kemudian harus pula kita mengambil Islam secara totalitas tanpa memilah-milih Syariat-Nya.  Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)

Bukankah kaun muslim menginginkan keridhoan Allah dalam hidupnya?  Inilah yang dilakukan Hizbut Tahrir. Apakah itu salah? Bukankah hukum tertinggi adalah Perintah Allah?
Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)

Baca: Romi Tersangka, Warga: Ternyata Dia Hanyalah Seorang Maling

Itulah yang dilakukan Hizbut Tahrir. Berjuang demi sebuah ketaatan akan perintah Pencipta dan pengatur kehidupan. Memberikan pengetahuan akan sebuah kekeliruan manusia karena hidup dengan tidak berstandarkan hukum Allah namun justru berkiblat kepada hukum buatan manusia.

Bagaimana mungkin hukum Allah dituding akan menghancurkan sebuah negeri?  Justru ini adalah bukti cinta yang tinggi terhadap suatu negara karena menginginkan negara ini berada dalam keberkahan Allah karena ketaatan di dalamnya.

Maka perlu dipahami bahwa Khilafah adalah ajaran Islam dan Hizbut Tahrir sedang memperjuangkan kebenaran tersebut. Dan bagi orang-orang yang menolak bahkan menentang ajaran Islam ini perlu dipertanyakan keimanannya kepada Allah.

Mengaku Muslim namun enggan berislam secara keseluruhan adalah sifat yang tidak seharusnya dimiliki oleh Kaum Muslim.

Dari sini nampaklah seseorang yang mengaku mencintai Pancasila dan NKRI namun justru menodai bahkan memfitnah Suadara semuslim sendiri.

Kasus yang menimpa Romi seolah-olah Allah ingin berpesan kepada kita "Wahai manusia sekalian janglah engkau musuhi ajaran Islam karena engkau bukanlah siapa-siapa"

Allah memperlihatkan kita semua bahwa barang siapa yang menolak apa yang dibawa oleh Rasulullah maka selayaknya ditempatkan ditempat paling hina dihadapan manusia. Kini jeruji besi menunggu kehadiran sosok-sosok yang menolak ide khilfah.[Mo/ad]

Posting Komentar