Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.186 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (25/3) sore. Angka itu melemah 0,17 persen dibanding posisi rupiah Jumat (22/3) yakni Rp14.162 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.223 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat yakni Rp14.157 per dolar AS. Adapun, rupiah hari ini diperdagangkan di kisaran Rp14.185 hingga Rp14.225 per dolar AS.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan saat ini rupiah tak menarik sebagai aset investasi lantaran terjadi anomali di imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) AS.

Bagaimana nasib Ekonomi Indonesia ?? Jika Rupiah sudah tak menarik bahkan mungkin nilainya rendah di hadapan dunia ??

Seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS, kini suku bunga dengan tenor tiga bulan lebih diminati investor dan menyebabkan yield-nya meningkat. Bahkan, yieldini lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah 10 tahun, sehingga kondisi ini menyebabkan inverted bond yield.

"Ini menjadikan rupiah kurang menarik, sementara dolar AS kini menjadi safe havenbagi investor," terang Deddy
di lansir dari CNN INDONESIA, Senin (25/3)

Ekonomi Indonesia kian merosot !! Bagaimana pemerintah mengatasi hal ini ?? [MO/ra]

Posting Komentar