Oleh: Alyatin Nafisah

Mediaoposisi.com-Runtuhnya Khilafah Islam pada 3 Maret 1924, adalah akhir dari dunia yang diatur sebuah sistem yang didasari oleh islam. Sudah 95 tahun ini umat hidup tanpa khilafah, lantas  apa kabar  kondisi umat Islam “baik-baik” saja?. Pada kenyataannya kondisi umat Islam justru sebaliknya. Umat Islam banyak yang ditindas, dikucilkan dan dikacaukan. Dan mirisnya tak banyak kaum muslim yang mengetahuinya. Bagaimana dengan situasi yang terjadi di luar sana?  Bahwa saat ini, umat Islam dengan begitu mudahnya terombang-ambing, oleh pihak-pihak yang hendak menghancurkan Islam.

Padahal Khilafah Islam pernah berjaya dan memberikan kesejahteraan bagi banyak umat, baik muslim maupun non-muslim. Runtuhnya Khilafah Islam dahulu dapat disamakan dengan kejatuhan kondisi umat Islam saat ini. Kondisi dunia yang  saat ini bisa dibilang “bobrok”. Disebabkan karena  menjadikan aturan bukan islam sebagai dasar negara, zina merajalela dan dianggap hal yang sudah biasa, masalah keuangan dengan tingginya hutang dan korupsi dan politik yang curang dan kotor.

 Islam seakan-akan tidak berguna dan dijauhkan dari segala aspek yang mengatur kehidupan. Manusia sudah tidak lagi mempercayai tuhan dengan segala aturan perintahnya. Bahkan, membuat aturan maupun mengambil kebijakan sendiri yang dipenuhi hawa nafsu, yang malah merusak manusia itu sendiri. Bukan bersumberkan Al-Quran dan Sunnah nabi yang sudah jelas isinya, yang merupakan sumber penuntun kehidupan kita.

Oleh karena itu, kita tak boleh diam saja. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha mengembalikan lagi  sistem kehidupan ini dengan Islam, yang  pasti akhirnya akan mensejahterakan dan membawa kemenangan. Khilafah Islam akan mengatur segala aspek kehidupan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali dan mulai dari individu hingga sebuah negara. Hal itu tentu saja sudah Allah janjikan pula, bahwa Khilafah Islam akan memimpin dunia kembali. Nabi Shalallahu’alaihiwasalam menjelaskan:

 “Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Berjuang di jalan Allah itu wajib dan tentunya untuk mengembalikan nama baik Islam. Khilafah Islam itu harus dibangkitkan lagi, sehingga Islam tidak lagi dikucilkan. Khilafah Islam akan mampu menghapus segala masalah individu hingga sebuah negara. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhudia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim). [MO/sr]

Posting Komentar