Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com- Dalam acara talk show TvOne bertajuk “Isu Khilafah Di Pilpres” Romy sebagai salah satu narasumber yang mengatakan bahwa HTI mendukung paslon 02. Selain itu Media Oposisi sebagai media yang di isukan condong ke 02 oleh Romy tidak di landaskan fakta.

Ucapan yang di berikan hanya sekedar pancasilais itu seperti apa ? Namun minim dari implementasinya. Terbukti dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Sidoarjo, Jumat (15/3), terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. KPK juga menyebut bahwa  OTT kali ini melibatkan anggota DPR, pejabat di Kemenag, dan pihak swasta.

OTT KPK di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur di Sidoarjo menyeret Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuzy dalam kasus  pengisian jabatan di Kemenag.

Ngaca dulu kalau mau mengklaim bahwa HTI tidak pancasilais, dan condong mendukung paslon 02. 
Nyatanya Romy sendiri bukti tidak pancasilais. Berbagai media yang ada hanya memberi berita sesuai fakta. Kalau tidak mau di beritakan nyeleneh maka jangan bertindah nyeleneh bung !!

Anda yang berbuat, anda juga yang tidak mengakui justru sembunyi tangan. Figur public kok gitu. Jangan memberi penilaian yang tidak sesuai fakta bung !! Penilaian hanya di dasarkan pada 1 persepsi semata yang notabennya hanya dari pihaknya.

Anda sadar dan tau sendiri ucapan itu bisa menjadi boomerang kan. Mangkanya punya mulut itu di jaga kalau mau bertutur kata. Pikir dulu kalau mau ngomong.  Teriak pancasilais tapi tidak mencerminkan diri sebagai orang pancasilais. Sungguh ironis !! Segera sadar dan stop dengan segala kepentinganmu di balik semua ini.

Ingatlah sebaik apapun menyembunyikan bangkai, maka akan tercium juga baunya. Dan itu sudah anda implementasikan. Sehingga sudah saatnya anda sadar dan taubatlah nasuha. Sebaik apapun anda menyangkal Khilafah ajaran Islam, maka sebanyak itu pula yang sadar bahwa Khilafah adalah ajaran Islam.

Sebanyak apapun anda melakukan tindakan untuk mencari muka dan cari makan di Rezim Jokowi dengan menjual isu HTI dan Khilafah sebagai ajaran Islam. Dan setelah kepentingan Rezim jokowi tersampaikan, anda pun akan di buang. Inilah politik yang kotor dengan menghalalkan berbagai cara dalam mewujudkan kepentingan meraup keuntungan. Ingatlah makar anda tidak ada apa-apanya di banding makar Allah. Camkan !! [MO/ra]

Posting Komentar