Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menolak tudingan yang menyebutnya terlibat jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Dalih yang di berikan bahwa dia hanya aspirasi rakyat dalam bingkai DPR.

Romi juga menyebut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provisinsi Jawa Timur. Haris diketahui juga ditetapkan tersangka pemberi suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'mas Romi percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang kerjanya bagus," kata Romi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3). 

Hebat bung… Inilah rezim saat ini, 1 ketangkep maka akan membuka kedok teman-teman yang lain. Mereka yang di buang dalam bui penjara tidak akan rela jika teman-teman konspirasi tersebut menikmati kekuasaan sedangkan ia mederita.

Satu demi satu kedok-kedok akan terbongkar. Tak perlu susah mencari, berita pun akan datang dengan sendiri. Sungguh ironis memang, namun inilah realita yang ada.

Kalau terus bungkam Romy pun akan tersiksa, apalagi tidak ada perhatian dari Jokowi. Nah perlu di ketahui juga bahwa setiap penguasa tertinggi akan pura-pura tidak tau bahkan mungkin merasa tidak kenal jika bawahannya akan terseret kasus.

Percaya tidak percaya ini terbukti bung !!

Permainan politik saat ini sungguh seru jika selalu mengikuti episodenya. Akan banyak bersilat lidah, akan banyak menjatuhkan lawan/kawan bahkan memperebutkan kekuasaan. Inilah politik di rezim yang bobrok ini.

Kebenaran akan selalu di kesampingkan, guna menduduki kekuasaan. Apa yang patut kita banggakan jika semua tindakan di dasarkan kepentingan pribadi ? ‘Mereka’ lupa bahwa rakyat yang akan selalu menjadi korban. Atau mungkin ‘mereka’ sadar dan memang sengaja ?

Rakyat sadar akan ketidak becusan Negara dalam mengurusinya. Namun rakyat takut untuk menyampaikan kebenaran. Stop mindset seperti itu saudaraku !!

Sekarang lihatlah jajaran DPR yang mengatakan bahwa ‘mereka’ perwakilan rakyat pun bertindak sewenang-wenang. Kalian masih di butakan juga dengan realita yang buruk ini. Come on sadar dan bangkit !!

Suara-suara kalian menjadi gambaran bahwa Negara ini memang harus di atasi. Justru aneh jika kalian hanya adem ayem, sementara kedzaliman merajalela di Indonesia.

Jangan takut menyampaikan kebenaran sekalipun itu memang pahit. Namun kejujuran darimu akan mendatangkan kebaikan bagi semuanya. [MO/ra]

Posting Komentar