Oleh: Betha Vanglos
(Penikmat Literasi)

Mediaoposisi.com-6 hari sebelum Operasi Tanggap Tangan (OTT) KPK, Romi berbicara panjang lebar tentang Khilafah dan HTI seolah-olah dia tidak punya dosa dengan Negeri ini

"Gerindra, PAN, dan PKS ini mendukung HTI untuk melakukan banding, inikan artinya ada dukungan kepada sebuah organisasi yang berhadapan dengan Pancasila dan NKRI"

Baca: Romi Tersangka, Warga: Ternyata Dia Hanya Seorang Maling

Romi berbicara hal itu di acara Talk Show TV One bertajuk "Isu Khilafah Di Pilpres". Bahkan ia berusaha memfitnah Khilafah bukan acara Islam

Nampaknya dia berusaha menutup sejarah khilafah yang pernah diterapkan di muka bumi ini dan membuat propoganda bahwa HTI sudah dibubarkan

Padahal di dalam putusan sidang majelis hakim merupakan pencabutan badan hukum oganisasi bukan pembubaran organisasi sehingga dia tetap bisa melakukan kegiatan dakwa

Kini iapun harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerena tersandung dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan di Sidoarjo, Jumat (15/3), terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. KPK menyebut OTT kali ini melibatkan anggota DPR, pejabat di Kemenag, dan pihak swasta.

OTT KPK di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur di Sidoarjo menyeret Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuzy.


Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saat penangkapan ada uang yang diamankan petugas yang diduga bagian dari transaksi.

"Transaksi ini diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kemenang baik di pusat maupun daerah," kata Febri di KPK, Jumat (15/3).



Nampaknya kasus ini akan menjadi senjata yang mematikan baginya pasalnya ia selalu mengatakan paling Pancasila dan selalu menyudutkan ide Khilafah dengan NKRI justru tersandung kasus yang mencendrai Nilai Pancasila dan makna NKRI.[MO/ad] 

Posting Komentar