Mediaoposisi.com-Rommy/Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ditangkap KPK pagi ini jam 9 di kementrian agama Sidoarjo, Jatim.

Baca Juga :


Begitu yang di lansirkan berita-berita online dan televisi di NKRI sebelum waktu Sholat Jum'at tiba, mungkinkah seseorang ditangkap tanpa masalah? Jawabannya tidak. Orang ditangkap pasti ada maksud dan tujuannya tentu saja tapi yang ingin penulis sampaikan adalah gagasan dan cibiran Rommy pada tanggal 8 maret 2019 yang disiarkan TVOneNews.

Rommy berkali-kali mengatakan bahwa HTI anti-pancasila, eks HTI perlu di waspadai, Namun tidak menyebutkan kehancuran negara sejatinya karena Korupsi, Suap dan saudara-saudaranya.

Didalam Pancasila Ada 5 sila didalam tak pernah menyebutkan dirinya sebagai Ideologi tapi lebih seperti kontrak untuk penyatuan yang sebenarnya banyak sarat-sarat yang tak terpenuhi, disila yang ke-5 dan serta butirnya saja sudah jelas menyebut bahwa :

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, diantara makna-makna dari butir sila ke-5 yaitu :

-Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

-Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

-Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

-Menghormati hak orang lain.

-Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

-Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

-Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

-Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Suka bekerja keras.

Jadi Rommy sebagai Ketua PPP, kamu tahukan Pancasila itu apa saja. Tapi kenapa malah diciduk KPK, tidak mungkin KPK menciduk orang tidak bersalah, segeralah sadar dan bertaubat sebelum makin dalam kamu tersesat.

Posting Komentar