Oleh : Nasrudin Joha

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Mediaoposisi.com-“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” *(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)*

Ma'ruf Amien mengaku menjadi cawapres setelah didorong oleh Rommy. Rommy, menjadi tersangka KPK setelah kena OTT KPK di Jawa Timur. Untuk melihat 'kualitas' agama Ma'ruf, kita bisa mengukur dengan melihat kualitas Rommy, orang dekat yang telah 'mendorong' Ma'ruf Amien maju mencalonkan diri sebagai cawapres, mendepak posisi Machfud MD.

Melihat 'agama' itu tidak melulu hanya melihat sholat. Tapi, tegaknya nilai agama pada pribadi seseorang. Maling, adalah ciri dari rusaknya agama seseorang.

Tidak dianggap beragama baik, jika ternyata seseorang melakukan perbuatan nista, mencuri harta yang menjadi hak orang lain. Padahal, dalam agama mencuri itu kategori dosa besar, dimana had nya harus dipotong tangannya.

Berteman dengan seorang pencuri, menunjuken rusaknya agama seseorang. Sebab, sesekali atau sering, dia sadar akan bercengkrama dan makan bersama, padahal diantara sumber nafkah untuk makan bersama itu berasal dari harta haram.

Harta hasil mencuri, harta dari maling, jika dimakan bersama akan menjadi 'darah dan daging' yang menempel pada tubuh. Perlahan, darah dan daging ini akan mempengaruhi pemilik tubuh, berkarakter seperti maling.

Rasulullah SAW, dalam sebuah riwayat lain juga bersabda :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Pada kasus OTT Rommy, publik bertanya-tanya. Bagaimana kondisi agama Ma'ruf Amien ? Apakah, kondisinya tidak jauh beda dengan sahabatnya dari PPP yang baru saja kena OTT KPK ?

Rommy jelas, kena kasus korupsi dan ditangkap KPK. Meski belum divonis hakim, 1000 % kasus OTT KPK itu pasti divonis 'koruptor'. Koruptor itu bukan sembarang maling, tapi maling kelas kakap, menyalahgunakan kekuasaan untuk memeras rakyat.

Apakah, permainan 'pandai besi' mantan Ketum PPP juga akan berimbas dan 'Nyiprat' mengenai muka Ma'ruf ? Tentu, publik bertanya karena posisi Ma'ruf akan mendampingi Jokowi mencalonkan diri sebagai pemimpin bangsa ini.

Lepas dari itu, lebih penting dari itu, publik musti mematikan memilih pemimpin yang agamanya benar-benar baik. Bukan sekedar seremoni beragama.

Masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Untuk melihat mana yang agamanya baik, umat Islam wajib mengarahkan pandangan. Bukan saja kepada calon, tetapi juga pada barisan tokoh dan ulama yang mendukung calon.

Dimana barisan penista agama ? Orang dengan sejarah PKI ? Tokoh liberal ? Syiah ? Inus ? LGBT ? Pembakar bendera tauhid ? Partai sekuler yang anti Islam ? Para koruptor dan maling yang merapat ke kubu calon ?

Itu saja, cukup untuk dijadikan dasar dan pertimbangan untuk memilih pemimpin. []

Posting Komentar