Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Ajang pilpres 2019 kali ini semakin memanas, Siapa aktor kali ini ?
Tidak lain adalah Presiden Jokowi, mengapa demikian ?  Karena jelas presiden satu ini mempertontonkan bagaimana ketidakbecusan dalam memimpin Negara.

Presiden harus cuti. Jelas sudah jika seorang presiden mengajukan dirinya menjadi presiden dalam 2 periode maka harus ada ketegasan yakni cutinya presiden selama masa kampanye. Wajar jika banyak kalangan yang khawatir akan kecurangan walaupun masih ada yang mengawasi. Karena pengawasan dari Negara tidak menjamin terlaksana dengan baik pasalnya instansi pemerintah saja dengan mudah di kendalikan, bagaimana masyarakat bisa percaya dengan Rezim ini ?

Kampanye tidak boleh memakai fasilitas Negara dengan menggunakan jabatan Presiden. Walaupun masih menjabat sebagai presiden namun jangan menjadikan fasilitas negara sebagai alat dalam masa kampanye demi mengungguli lawan. Jelas itu kecurangan.

Selama presiden cuti juga tidak serta merta meninggalkan kewajibannya. Presiden harus memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan Negara dan peyelenggaraan pemerintah daerah. Rakyat yang menggaji anda jangan di peras dan di peralat terus-menerus. Rakyat yang anda remehkan sekarang semakin cerdas bung.

Kebijakan hanya sekedar wacana. Wajar saja jika berbagai kebijakan ini selalu menyengsarakan rakyat, di berlakukan saja tidak bagaimana mau memimpin Negara  ?

Blunder politik untuk masyarakat bawah akan di poles. Hal ini tidak akan di ketahui dan di pahami oleh masyarakat. Mereka akan dengan tenang melihat dan mendengar kampanye paslon, tetapi tak memahami jika fasilitas Negara masih di gunakan, apalagi menggunakan jabatannya sebagai presiden untuk menggapai kekuasaan. [MO/ra]

Posting Komentar