Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Jum’at (15/3/2019) mengungkap bahwa 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan terror di masjid Al-Noor di kota Christchurch.

“Amat jelas insiden ini adalah sebuah serangan teroris. Dari apa yang kami tau, serangan ini telah di rencanakan dengan baik.” Kata Ardern

Dari fakta yang ada dapat kita ungkap bahwa kejadian ini terorganisir, di mana citra Islam akan di nilai buruk. Bisa jadi ini sebagai peralihan isu agar kepentingan yang ingin di capai bisa longgar dan tidak di halangi.

Tidak mungkin penyerangan hanya di motifkan hal sepele. Pasti ada hal penting yang harus di capai sehingga khalayak di arahkan untuk focus terhadap terjadinya penembakan itu.
Bukan tidak perduli terkait kemanusiaan, namun harus di temukan titik jeli motif di balik kejadian penembakan ini.

Strategi yang di pakai tiba-tiba menyerang, hal itu di lakukan di masjid dan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah sholat jum’at. Selain itu targetan yang di tuju adalah simpati dari seluruh umat Islam agar dapat mengalihkan kefokusan terhadap hal yang ‘penting’ terjadi di sebuah Negara.

Point pentingnya adalah kelonggaran waktu atas pengalihan isu akan di gunakan untuk menikam para pejuang kebenaran. Walaupun terjadinya di Negara lain namun hal ini menuai perhatian public.
Kita menyadari perbuatan seperti itu di lakukan orang yang tidak suka dengan Islam. 

Fakta memberi bukti bahwa Islam selalu di sudutkan dan selalu menjadi korban. Belum kering air mata kita dengan kejadian palestina suriah, dan Uyghur. Kini telah menambah nestapa kaum muslimin.

Kita boleh sedih atas kejadian itu, namun tak boleh lengah dengan perkembangan Rezim saat ini. Ingatlah umat telah menanti perjuangan kita terutama Indonesia. Seyogyanya kita tetap focus “ Bagaimana Pemerintah dalam mengurusi rakyat ? “ Apakah kedzaliman merajalela ?”.

Ini menjadi pr bersama, bagaimana memperkuat daya kritis. Tidak takut saat kebenaran di sampaikan. Sehingga orang-orang yang berusaha menikam para pejuang kebenaran akan kita tangkis dengan hal yang mematikan. Lawan dengan kebenaran, sampaikan kebenaran. Daya kritis harus ada dalam jiwa pejuang. [MO/ra]

Posting Komentar