Oleh :  Rima septiani 
(Mahasiswi UHO)

Mediaoposisi.com-Memperjuangkan tegaknya sistem Islam, tak semudah membalikkan telapak tangan. Inilah seuntai kata yang cocok untuk mendeskripsikan bagaimana perjuangan Islam yang sangat berat.

Ditengah fitnah dan tudingan miring melanda para pejuangnya, upaya untuk menghalang-halangi bahkan mempersekusi dakwah dan  syariat Islam kerap dilakukan.

 Seperti yang dikatakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)M. Romahurmuziy yang menuding bahwa kelompok yang menginginkan Khilafah dan mengubah pancasila saat ini, berkumpul semua di kubu Paslon nomor urut 2, Prabowo-Sandiaga.

Romy mengatakan selama sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk kelompok yang memperjuangakan Khilafah, adalah merupakan pembela Islam. Namun, narasi itu terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Menolak Ajaran Islam

Akhir-akhir ini, ide tentang Khilafah mulai diangkat lagi. Terlebih, mendekati pemilihan Presiden mendatang, hal ini kerap dihubungkan dengan sosok pemimpin yang katanya akan memperjuangkan kebangkitan Islam, yakni tegaknya sistem Islam, Khilafah.

Hal Ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan para peneliti negara Barat, bahwasanya  kembalinya Khilafah  sudah demikian dekat. Pantas saja hal demikian membuat mereka takut dan cemas.

Akhirnya, segala cara dilakukan untuk meredam kebangkitan Islam, termasuk dengan membajak istilah Khilafah sebagai ajaran yang sesat dan bathil.

Tidak bisa dipungkiri, segelintir orang yang berkepentingan termasuk  juga rezim, membuat stigmasisasi buruk bagi ide Khilafah di benak kaum Muslimin, seolah Khilafah adalah hal yang asing dalam khazanah Islam.

Ragam sikap ditunjukkan untuk menentang ide Khilafah. Mereka menyibukkan diri untuk membuat  pendapat dan kritik yang buruk  bagi pejuangnya.

Berbagai strategi selalu diusung untuk meredam kebangkitan  Islam, pernyataan-pernyataan aneh yang dikeluarkan sebagai cap buruk bagi pengemban dakwah. Istilah memecah belah negeri, anti kebhinekaan,   radikal, teroris, sampai melabeli Khilafah dengan ideologi sesat dan berbahaya. Inilah langkah monsterisasi ajaran Islam.

Sikap pemerintah yang anti dengan ajaran Islam, semakin menunjukan bahwa rezim saat ini makin represif. Sepertinya saat ini terjadi islamophobia ditengah rezim yang berkuasa. Mengapa sampai pemerintah, beranggapan bahwa Khilafah yang merupakan ajaran Islam dianggap ide yang membahayakan.

Padahal, jika menelisik ke dalam nash syariat, Khilafah merupakan ajaran Islam yang Allah janjikan dan tegakknya merupakan kabar gembira dari Rasulullah. Apakah kita menafikkan hal tersebut?

Adanya jargon bahwa “mereka mau mengancam NKRI, atau mereka sama dengan PKI” menjadi isu miring yang kerap diberitakan tanpa henti. Faktanya, ini merupakan pernyataan yang tak enak didengar dan kurang menyenangkan bagi pengemban dakwah, namun begitulah sunatullah dakwah.

Aktivitas  amar ma’ruf nahi mungkar pasti mendapat cercaan. Butuh waktu dan persiapan yang matang untuk perjuangan yang agung ini. Persatuan, kekuatan dibutuhkan demi terwujudnya cita-cita yang tinggi ini, maka seluruh komponen umat harus terlibat.

Intinya, mereka memang akan terus-menerus memaksakan umat  mengadopsi liberalisme (paham kebebasan tanpa aturan tuhan) dan sekularisme (paham yang memisahkan antara agama dan kehidupan), sehingga paham ini tidak akan menerima hal-hal yang bernuansa ideologi Islam.

Barat mencoba meracuni pemikiran umat  dengan pemikiran mereka yang khas  dari berbagai sisi dan sudut.

Sehingga Muslim merasa asing dengan istilah Khilafah.  Ini merupakan efek negatif dari penerapan ideologi kapitalisme-sekularisme yang sedang berlangsung.

Kaum liberal tidak akan membiarkan Islam tegak kembali di muka bumi ini. Mereka tahu,  jika Islam tegak maka keberadaan mereka akan terancam. 

Hegemoni mereka terhadap negeri-negeri Muslim akan segera diberantas. Mereka sadar, bahwa kekuatan Islam berada pada ideologi Islam yang diterapkan.

Berjuang Untuk Tegaknya Islam

Dari semua tantangan ini, para pejuang syariah dan Khilafah hendaknya bersemangat menanamkan ide dan gagasan Khilafah di tengah-teengah umat. Menanamkan opini pentingnya tegaknya sistem Islam yang akan menerapkan hukum-hukum Allah.

Memahamkan umat tentang bahaya dan sesatnya pemikiran barat. Dengan penuh keyakinan atas pertologan Allah, perjuangan ini tidak akan sia-sia. Loyalitas kita pada agama hendaknya dibuktikan dengan istiqomah mendakwahkannya. Ingatlah, bahwa Allah SWT akan memenangkan orang-orang yang mengokohkan agama-Nya.

Perjuangan ini merupakan perjuangan yang mulia, dakwah mengajak pada Islam adalah sesuatu yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. Meskipun hanya aktivitas lisan, namun bisa mempengaruhi pemikiran seseorang. Mereka yang dulunya belum mengenal  sistem Islam, maka lewat dakwahlah mereka mengamalkannya.

Mestinya pejuang Islam tak mundur hanya kerena sebuah ancaman. Kita harusnya belajar dari perjuangan Rasulullah dan para sahabat ketika menjadikan Islam sebagai poros hidup. Tidak ada yang ditakuti.

Rasul ketika mendakwahkan Islam, meskipun harta, keluarga, bahkan nyawa menjadi taruhannya. Disinilah, terbukti seriusnya kita memperjuangkan agama Allah yang mulia ini.

Karena itu , dalam perjuangan ini kita tidak boleh menyerah, tidak boleh ragu bahwa kemenangan akan tiba. Yakin akan kemenangan dan tidak boleh berputus asa terhadap berbagai derita dalam dakwah. Ingatlah, tegaknya Khilafah akan menyebarkan rahmat keseluruh penjuru dunia.

Al Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, beliau menjelaskan makna syar’i. Bahwa Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia (yakni mengemban dakwah dengan hujjah dan jihad)

Dalam Mu’jam Musthalahat al-‘Ulum as Syar’iyyah (hal.756), istilah Khilafah ini didefinisikan sebagai pengganti Nabi saw dalam menjalankan agama dan mengurus dunia, di antaranya Khulafaur Rasyidin kemudian dilanjutkan dengan para khalifah di setiap masanya.

Dari sini, sungguh jelas bahwa Khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana ajaran Islam yang lain seperti sholat, zakat, puasa, baca qur’an, qurban dan lainnya. Maka perjuangan tegaknya Khilafah adalah tujuan agar penerapan Islam kaffah dapat diterapkan di seluruh lini kehidupan.[MO/ad]

Posting Komentar