Oleh : Zai 
(Aktivis mahasiswi)
   
Mediaoposisi.com-Tikus-tikus berdasi itu semakin pandai kabur dari jebakan perangkap tikus. Namun sayangnya, dalam teori peluang sepandai-pandainya tupai melompat pasti suatu saat akan terjatuh.

Nasib malang itu menimpa si tikus yang menyepelekan perangkap Tuhan yang tidak pernah bisa dimanipulasi. Itulah sepenggal kisah Si Tikus berdasi bernama Romahurmuziy.
     
Romahurmuziy alias Romy menambah daftar politisi Indonesia dan ketua umum partai yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi.
         
Sabtu (16/3/2019), KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap anggota DPR itu. Romahurmuziy menjadi Ketua Umum Partai kelima yang dijerat KPK.
       
Dalam kasus ini, Romy diduga sudah menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kementerian Agama di Jawa Timur, 17/03/19
   
Tindakannya membuat rakyat merah padam karena apa yang ia ucapkan tidak sesuai dengan tindakannya. Mengaku diri pancasilais kenyataannya mengiris hati nurani masyarakat yang optimis dengan ucapannya yang manis.
   
Sebenarnya memang wajar dalam sistem demokrasi, korupsi memakan siapa siapa saja tak peduli ia orang baik atau tidak karena tak bisa dipungkiri sistem demokrasi adalah lahan untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekuasaan dan keuntungan.
 
Terbukti kerusakan demokrasi itu diantaranya sampai sekarang para pejabat negara terjerat korupsi secara berulang dan massif.
   
Bagi sebagian orang yang menganggap demokrasi sebagai alat dan baik tidaknya ditentukan oleh pengguna alat tersebut. Maka harus segera sadar bahwa alat itu rusak dan batil tidak akan bekerja dengan baik walaupun pengguna alat tersebut seorang yang alim.
   
Hanya kembali kepada sistem Islam, korupsi dapat dihentikan secara tuntas. Sistem Islam dengan aturan yang lengkap akan mencegah orang bertindak kriminal dan menegakkan sanksi yang menjerakan. Misalnya seorang koruptor dihukum potong tangan sesuai hisabnya.

Sehingga membuat orang lain takut melakukan hal yang sama dan berpikir berulang-ulang untuk melakukannya. Kebutuhan masyarakat sangat diperhatikan untuk menperkecil kemungkinan terjadi tindak kriminal seperti mencuri, menjambret atau korupsi dengan alasan keterpaksaan.
   
Masih banyak pengaturan dalam sistem Islam yang bahkan mengatur seluruh aspek kehidupan. Seharusnya hal ini semakin meyakinkan kita dan berusaha bersama agar Islam menjadi kerinduan untuk diterapkan.[MO/ad]

Posting Komentar