Mediaoposisi.com-Ketum P3 Romi, OTT(Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK di Sidoarjo, Jatim pukul 9 membuat dunia persilatan Pilpres panas-adem.

Diawali dengan pekan lalu bersama TVOneNews Romi, menyebut-nyebut Eks-HTI jadi masuk kedalam kubu 02 yang sebenarnya hal ini tidak penting. Jelas tidak penting saat dirinya berpegang bahwa Demokrasi adalah sistem yang dipilihnya, kenapa melarang orang atau golongan lain memilih.

Bukankah jelas dia seharusnya tidak mencampuri dapur orang lain, kini Romi ditangkap dengan berbagai spekulasi tuduhan, sperti jual-beli kursi jabatan, suap, tidak melapor harta kekayaan selama 9 tahun dan masih banyak lagi.

Romi adalah contoh yang patut untuk tidak ditiru, Kiayi Maemoen saja di koreksi doanya, padahal jelas doa datang dari hati terdalam orang yang baik terkabul bukan yang hasil koreksi tamu yang memaksa didoakan. Aneh bin Ajaib...

Langka sungguh orang yang eksentrik seperti Romi, teriak anti-pancasila pada kelompok dan perorangan HTI sesungguhnya dialah yang tidak mengamalkan sama saja pancasilais hanya di mulut.

Posting Komentar