Oleh: Ernadaa Rasyidah
(Penulis Bela Islam)

Mediaoposisi.com-Khilafah, ungkapan yang dulu asing, kini mulai terdengar nyaring, dibahas hampir disemua lini. Mulai akademisi, aktivis, pejabat, hingga penikmat warung kopi, menjadikannya topik hangat yang sayang dilewatkan. Mulai dari kota-kota, menjalar hingga ke pelosok desa.

Bagi seorang muslim tentu kita yakin, tegaknya Khilafah adalah keniscayaan dari janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah. Sebaliknya bagi para pendengki, isu khilafah adalah ancaman bagi eksistensi, hingga tak jarang mereka jadikan kambing hitam untuk cari sensasi.

Isu khilafah begitu seksi dan menarik untuk dibahas, terlepas dari pihak yang yang pro maupun yang kontra, boomingnya istilah khilafah tidak bisa dipungkiri adalah buah dakwah dan peran pengembannya.

Istilah khilafah sejatinya berkaitan dengan sistem pemerintahan Islam. Kepemimpinan yang dimaksud adalah pengganti kenabian dalam memelihara urusan agama ini, dan mengatur urusan dunia dengannya.
(Imam al-Mawardi)

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, menjelaskan makna syar’i Khilafah yang digali dari nas-nas syar’i, bahwa Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia, untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Tegaknya Khilafah adalah ancaman besar bagi peradaban kapitalis barat yang hari ini menjadi punggawa dunia. Hadirnya Ideologi Islam akan menjadi ancaman yang menakutkan sekaligus mematikan terhadap eksistensi penjajahan yang dikakukan oleh barat di negeri-negeri muslim.

Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council/NIC) pada Desember 2004 telah merilis laporan dalam bentuk dokumen yang berjudul Mapping The Global Future.

Dokumen ini berisikan prediksi atau ramalan tentang masa depan dunia tahun 2020 yang salah satu poinnya berisi kebangkitan kembali khilafah Islam, yakni pemerintahan global Islam yang bakal mampu melawan dan menjadi tantangan nilai-nilai barat.

Karenanya, berbagai upaya dilakukan barat untuk menjegal jalan kebangkitan umat. Mulai dari monsterisasi Khilafah, mencitraburukkan Islam dengan aksi-aksi kekerasan, teror, barbar dan lainnya agar umat phobia pada Islam.

Mengkotak-kotakan Islam, bahkan dengan istilah-istilah yang tidak dikenal dalam ajaran Islam, misal dengan sebutan Islam fundamentalis dan Islam moderat.

Kemudian dilakukan politik belah bambu, mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak yang lain lalu membenturkannya. Hal ini dalam rangka melemahkan aqidah dan memecah belah persatuan umat.

Menggempur negeri-negeri kaum muslim dengan ide kebebasan, HAM, sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), demokrasi, nasionalisme, hingga LGBT agar umat kehilangan jati dirinya sebagai muslim, agar umat berada dalam kontrol barat dalam segala tindakan dan pemikirannya.

Kemenangan Islam adalah Keniscayaan
Allah SWT berfirman:
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (Islam), agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 28)

Rasulullah yang mulia melalui lisannya, telah menyampaikan kabar gembira akan hadirnya khilafah 'ala minhajinnubuwwah:

“Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang.

Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa qraja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.

Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,”
(HR. Imam Ahmad).

Sudah saatnya umat mengenal jati dirinya sebagai khoiru ummah (umat terbaik), gelar yang Allah sematkan dalam diri kaum mukmin.

Perdaban barat sudah memasuki fase sekarat, yang dengan izin Allah sebentar lagi akan ditaklukkan dalam seruan jihad dibawah naungan panji-panji tauhid (al-liwa dan ar-roya).

Terus lantangkan seruan Khilafah sebagai solusi atas semua problematika yang melanda penjuru negeri. Dengan izin Allah, ghiroh perjuangan dan kebangkitan akan terpancang kuat dalam diri kaum muslim, untuk menyongsong peradaban mulia, yang akan menerapkan Islam secara kaffah, dengan tegaknya Khilafah 'ala kinhajinnuwlbuwah.[MO/ad]

Posting Komentar