Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Jokowi dikabarkan akan kampanye ke kota Malang. Presiden Joko Widodo yang sekaligus petahana capres 01 bakal menggelar kampanye tertutup di Gedung Olahraga Ken Arok, Kota Malang, pada Senin, 24 Maret 2019.

Kampanye tertutup digelar pada pukul 19.00 WIB dengan dihadiri oleh pendukung Jokowi dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari mengungkapkan, pemilihan GOR Ken Arok bagi capres nomor urut 01 ini memiliki makna penting. Dalam sejarahnya, Malang memiliki kerajaan yang besar di nusantara. Kerajaan itu adalah Singasari dengan Raja Ken Arok.

Konon semangat 'Ken Arok' inilah yang menjadi spirit kampanye di Malang. Sebagaimana diketahui, Ken Arok adalah raja Singosari yang memperoleh kekuasaan degan membunuh Tunggul Ametung, suami Ken Dedes yang akhirnya diperistri Ken Arok.

Ken Arok yang membunuh Tunggul Ametung dan Empu Gandring dengan sebilah keris, akhirnya juga tewas dibunuh Anusapati setelah berhasil mendapatkan Keris Mpu Gandring yang disimpan Ken Dedes. Anusapati menyuruh pembantunya yang berasal dari desa Batil untuk membunuh Ken Arok.

Babat kisah Ken Arok ini penuh kengerian. Merebut tahta dengan darah, melepas tahta dengan bersimbah darah. Nasib tragis, nasib yang Malang.

Penulis tidak tahu, apakah kampanye Jokowi di Malang juga akan berakhir tragis ? Berakhir Malang? Baik saat kampanye atau pada hasil akhir Pilpres ?

Jika kemalangan itu menimpa saat kampanye, maka Jokowi akan mendapati kampanye di Malang sepi massa, kosong sari antusias rakyat, mirip di Jember. Jika masih beruntung pada saat kampanye, kemungkinan kisah tragis terjadi pada saat perolehan suara.

Mengambil spirit Ken Arok ini, bisa ditafsirkan betapa besarnya syahwat politik yang sedang diperjuangkan. Laksana Ken Arok yang tega membunuh Mpu Gandring dan membunuh Majikannya, Tunggul Ametung. Namun, barakhir tragis akibat kutukan Mpu Gandring, Ken Arok akhirnya tewas ditusuk keris karya Mpu Gandring.

Jokowi sendiri, tega menyerang pribadi Prabowo pada soal lahan yang dimiliki Prabowo. Padahal, Prabowo yang mengorbitkan Jokowi dari solo hingga menjadi gubernur DKI Jakarta. Tidak sebatas itu, Jokowi juga mengalahkan Prabowo pada Pilpres 2014.

Lantas, apakah Prabowo yang menjadi korban ketidaksetiaan Jokowi akan menjadi sebab kejatuhan Jokowi di Pilpres 2019 ? Apakah kisah tragis dan Malang yang dialami Ken Arok juga akan menimpa kekuasaan Jokowi ?

Yang jelas, mengambil pilihan spirit Ken Arok pada kampanye Jokowi bukanlah kebetulan. Ia memilik makna, bahkan boleh jadi ini sebuah perlambang.

Lagipula, jika kisah tragis dan Malang yang dialami Ken Arok juga menurun kepada Jokowi, jika itu sebuah takdir, siapa yang bisa melawan ? Bukankah tidak ada seorangpun yang bisa melawan takdir ?

Jokowi, Ken Arok, keris empu Gandring, kematian Tunggul Ametung, nasib tragis dan malang, kejatuhan kekuasaan Jokowi. Entah, semua ini kebetulan atau sudah kehendak Tuhan. [MO|ge]

Posting Komentar