Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com- Capres 01 Joko Widodo meminta kepada masyarakat Banten yang tidak setuju dengan program tiga kartu andalannya di suruh naik ke atas panggung. Dia menjanjikan sebuah sepeda jika ada yang tidak setuju dan mau naik ke atas panggung. 

Momen tersebut terjadi kala Jokowi kampanye terbuka
 Pilpres 2019 di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten , Minggu (24/3). 

Sungguh receh kampanye terbuka ini. Bagaimana tidak, bentuk sogokan seperti apa yang ingin di hidangkan kepada masyarakat. Jika masih mengandalkan ‘kartu sakti’ perlu berkaca dulu.
Selama kurun kepemimpinan joko widodo banyak kemunduran dan tidak dapat mengentaskan persoalan. Keunggulan hanya di infrastruktur, ironisnya biaya dari hutang dan pajak di tambah rakyat terbebni oleh biaya yang di tanggung jika menggunakan fasilitas infrastruktur.

Iming-iming terjadi lagi dalam kampanye terbuka. Memilih pemimpin bukan hanya di dasarkan hal remeh temeh. Rakyat semakin resah dengan nasib Bangsa ini, namun para elit berebut kekuasaan.

Bagaimana kabar para pekerja asing melalui kerja sama dengan luar Negeri ?  Rakyat ingin di apakan lagi dengan ‘kartu sakti’. Sogokan kepada orang-orang yang tidak setuju ‘kartu sakti’ pun tetap di lakukan. Berbagai cara akan selalu ‘mereka’ lakukan walau mengorbankan siapapun demi meraup kekuasaan.

Hal ini hanya terjadi dalam rezim sekarang. Dimana rakyat terus di bodoh-bodohi dengan berbagai dalih. Rencana busuk akan terus di lakukan dengan lapisan kepedulian. Sudah saatnya rakyat sadar dan bangkit, bukan terkecoh dengan iming-iming atau pun sogokan pemerintah. [MO/ra]

Posting Komentar