Vongola Primo
(Mafia Jurnalis)

Mediaoposisi.com-Aksi Presiden Joko Widodo naik Kereta Rel Listrik (KRL) menuai banyak pertanyaan. Sebagian menganggap itu hanya sebatas pencitraan belaka. Bahkan Jokowi dianggap sedang berusaha menutupi kegagalan-kegagalan selama memimpin negeri ini.

Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat bahkan menyebut aksi Jokowi saat hendak pulang ke Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/3) lalu itu sebagai pencitraan basi. Dia menduga pencitraan itu sebatas cara Jokowi menutupi kegagalan. Dia yakin cara usang tersebut tidak akan manjur untuk menggaet pemilih di Pilpres 2019.

Pilihan Redaksi :
Pemimpin Bukan Soal Omong Besar Tapi Butuh Bukti
LSI Survei Bodong!! Rizal Ramli : Lebih Baik Umumkan Jokowi Unggul 99,9 Persen

"Pencitraan basi model begini hanya untuk mengelabui pemilih menjelang pilpres," ketus Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).

Untuk itu, diyakininya bahwa aksi tersebut tidak akan mampu mengerek tingkat elektabilitas Jokowi hingga ke puncak kemenangan di ajang pesta rakyat lima tahunan nanti.

"Karena rakyat sekarang sudah cerdas tak bisa lagi terpengaruh pencitraan basi,” tegasnya[MO/vp]

Posting Komentar