Oleh : Mega Silvia
(Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah UIN SGD Bandung)

Mediaoposisi.com-Sebagai khalifahNya di muka bumi ini, manusia diberi amanah untuk memberdayakan seisi alam raya dengan sebaik-baiknya demi terwujudnya kesejahteraan seluruh umat.

Dalam islam, seorang penguasa memiliki amanah yang sangat besar untuk mengatur urusan rakyatnya dan tentu semuanya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT dan semuanya tidak akan luput dari acaman Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang hamba, yang Allah minta untuk mengurus rakyat, mati pada hari ini dimana dia menipu (mengelabui) rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan bagi dia surga" (Hr. Al-Bukhari & Muslim)

Namun, melihat fakta yang terjadi pada rezim saat ini. Jelas terlihat sekali, banyak para penguasa yang mengumbar janji-janji manis terhadap rakyatnya. Rakyat seolah olah diberi harapan-harapan yang menggiurkan, padahal semua itu hanya omong kosong belaka.

Misalnya dalam bidang pertanian, rakyat pernah diberi harapan ingin membangun kedaulatan pangan, faktanya saat ini kondisi pertanian negeri ini kian terpuruk. Bagaimana mungkin berkedaulatan pangan akan terjadi jika ketika petani panen, pemerintah justru impor beras.

Ini merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita kedaulatan pangan. Bukti lain, dalam bidang perekonomian rakyat pun dijanjikan bahwa perekonomian negeri ini akan meroket lebik baik lagi, namun pertumbuhan ekonomomi tahun ini justu lebih rendah dari angka pertumbuhan yang ditargetkan pada APBN 2018 sebesar 5.4 persen. Dan masih banyak lagi janji janji manis yang pernah diumbar tapi tidak terealisasi.

Janji setia penguasa saat ini hanyalah menjadi bumbu-bumbu manis untuk memikat hati rakyatnya. Jika pun rakyat diberi janji, itu hanya janji palsu bermodalkan suara rakyat.

Pada akhirnya rakyat tidak lain hanya dijadikan sebagai alat untuk memenuhi kekuasaan mereka. Janji-janji manis kepada rakyat, visi misi membangun daerah atau bangsa yang berkarakter hampir terlupakan. Dan ujung-ujungnya adalah untuk membalikkan modal dan meraih keuntungan yang fantastis. Sedangkan Rakyat kembali menggigit jari dan menjerit.

Kita memang tidak akan pernah menemukan Penguasa yang akan memenuhi janjinya kepada rakyatnya pada rezim saat ini. Kita dapat temukan penguasa yang akan memenuhi hak-hak umat dan menempati janjinya kepada rakyat hanya ada pada penguasa Muslim yang menerapkan syari’at Islam.

Islam menegaskan bahwa Khalifah bukanlah penguasa yang sekedar membuat janji kepada rakyat dan kemudian duduk di manis di kekuasaan. Seorang kepala negara, kepala pemerintahan dalam Islam adalah seorang yang “mewakili” rakyat untuk menerapkan seluruh syari’at Islam dalam berbagai ranah kehidupan.

Terlebih hasrat seorang penguasa dalam Islam bukan untuk sekedar menduduki jabatan politik tertinggi, yang memerlukan janji palsu kepada rakyatnya. Kedudukan penguasa dalam islam adalah untuk menunaikan amanah dan melaksanakan hukum-hukum Allah.

Hakikat janji dan tanggung jawabnya pun terikat pada Allah. Tentu sangat aneh, jika sampai saat ini masih ada orang yang setia mempercayai dan mendukung penguasa yang hidup dalam kebohongan itu.[MO|ge]

Posting Komentar