Rizkya Amaroddini
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-  Gema Khilafah kian menggelegar. Rasa rindu kian menggelora. Umat kian mendamba tegaknya Khilafah. Tak mengapa banyak yang menuding Khilafah dengan framing buruk, namun waktu memberi bukti semakin di hancurkan maka semakin kuat penyebarannya.

3 Maret 1924 menjadi malapetaka besar bagi umat Islam. Perisai dan pelindung telah menghilang dari kaum muslimin. Sejak itu pula penindasan merajalela. Harta, jiwa, keluarga, dan seluruh kaum muslimin terjajah perlahan-lahan.

Kapitalisme-Sekulerisme menjadi penyakit yang menyerang secara perlahan hingga menjalar ke seluruh dunia, racun mematikan kian merenggut kaum muslimin. Namun gelora pemikiran tak akan pernah sirna, ghirah perjuangan tak akan padam. Itu yang di miliki para pejuang Syari’ah dan Khilafah.

Mengapa istilah ‘Khilafah’ baru menyebar di era ini ? Sesungguhnya setelah keruntuhan Khilafah Utsmaniyyah di Turki, konspirasi dunia Barat berusaha menghilangkan istilah itu, sehingga dapat kita temui di dalam sejarah tidak terkuak. Istilah itu pun selalu di ganti dengan ‘Kerajaan, Bani (keturunan), dan Dinasti’ sehingga tidak ada yang mengetahui apa itu khilafah.

Berterima kasihlah terhadap HT (Hizbut Tahrir) di seluruh dunia, berkatnyalah ide itu tetap di emban. Jangan di kira mudah memiliki ide yang cemerlang seperti itu. HT di Indonesia sendiri selalu di persekusi dan di luar Negeri para anggota HT di tangkap dan di bunuh. Bukan semata-mata benci terhadap orang-orangnya tetapi tidak ingin ide itu di munculkan di muka public. Di balik persengkongkolan itu semata-mata untuk meraup kekuasaan dan menguasai dunia.

Lantas jika sudah muncul di muka public, apa yang akan terjadi ? Umat Islam akan memahami bahwa Islam bukan sekedar ibadah ritual tetapi sebuah ideology. Umat akan selalu merindukan dan butuhnya ri’ayah di bawah naungan Khilafah, karena dengan Khilafahlah kehidupan akan terjamin tidak hanya orang Islam tetapi juga kafir dhimmi.

Maka tidak patut jika pemerintah Indonesia mendiskriminasi HTI, jelas-jelas HTI hanya menyampaikan ajaran Islam. Kita dapat melihat bukti-bukti hingga detik ini, selama pencabutan BHP Apakah anggota mereka berontak ? Tidak, justru mereka sujud syukur di dalam persidangan itu.

Fakta pun memberi bukti, bahwa ajaran Islam mulai di asingkan dan ajarannya mulai di campakkan. Jika masih menganggap bahwa Khilafah bukan ajaran Islam, maka perlu di pertanyakan “ Apakah anda sudah mempelajari Islam secara keseluruhan ? “ karena sudah jelas dalam beberapa nash sudah di jelaskan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam.

Seorang muslim pasti mempercayai bahwa Khilafah adalah perisai dan pelindung Ummat, tanpanya hidup sebuah Negara tidak akan berjalan dengan sejahtera. Karena Khilafah jantung sebuah Negara. Dan tegaknya cahaya Khilafah sesuai metode Rosulullah akan segera menyingsing. [MO/ra]

Posting Komentar